Jumat, 10 April 2026

Ramadan 2026

Agar Puasa Bisa Menenangkan Jiwa, Ikuti 7 Tips dari Psikiater

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bisa jadi momen untuk menenangkan pikiran dan hati.

Freepik
ILUSTRASI PUASA RAMADAN - Foto ini diambil dari Freepik pada Rabu (19/2/2025). Foto ini menunjukkan ilustrasi puasa Ramadan 2026.Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bisa jadi momen untuk menenangkan pikiran dan hati. 

Contoh aktivitas: membaca buku reflektif hingga mengikuti kelas, kajian atau diskusi pengembangan diri selama bulan puasa.

Saat pola lama berhenti sejenak, otak menemukan ruang untuk bertumbuh.

5. Latihan Menunda Gratifikasi

Puasa adalah praktik nyata dari delay of gratification. Dalam psikiatri, kemampuan menunda dorongan berkaitan erat dengan kesehatan mental jangka panjang.

Contoh aktivitas yang bisa dilakukan untuk latihan menunda gratifikasi adalah- mindful eating saat berbuka: makan perlahan dan sadar, memberi jeda beberapa detik sebelum mengambil keputusan penting.

Saat berpuasa yang dilatih bukan hanya sekedar perut, tapi kemampuan berkata ‘cukup’.

6. Pikiran Lebih Terarah

Sebagian orang melaporkan kejernihan mental selama puasa. Hal ini bisa terjadi karena berkurangnya overstimulasi dan meningkatnya kesadaran diri.

Aktivitas yang bisa dilakukan adalah - menyusun tiga prioritas utama setiap pagi dan mengurangi multitasking yang berlebihan karena saat distraksi berkurang maka pikiran menemukan arah.

7. Empati yang Bertumbuh

Puasa sering diiringi kegiatan berbagi dan kebersamaan.

Melalui relasi yang hangat, seseorang dapat merasakan empati yang lebih dalam, koneksi emosional yang kuat, serta rasa memiliki dalam komunitas.

Contoh aktivitas: berbuka bersama keluarga atau teman dan kerabat maupun terlibat dalam kegiatan sosial atau pelayanan.

Puasa bukan sekadar ritual fisik, tetapi sebuah perjalanan psikologis dan spiritual yang membantu manusia memperlambat langkah di tengah dunia yang serba cepat.

Puasa adalah sarana detoksifikasi jiwa, yang ditahan bukan hanya rasa lapar tapi juga emosi, ego, impulsivitas dan pikiran yang berisik.

“Puasa adalah ibadah yang memberikan jeda bagi raga untuk membersihkan yang berlebihan, sehingga jiwa kembali seimbang,” pesan dokter Lahargo.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved