Minggu, 19 April 2026

Ramadan 2026

Beda Tanda Lelah Normal dan Berbahaya Saat Olahraga dalam Kondisi Puasa

Kunci olahraga saat puasa bukan pada seberapa keras latihan dilakukan, melainkan seberapa bijak seseorang membaca kondisi tubuhnya.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
OLAHRAGA SAAT PUASA - Bulan puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Raspati mengatakan, olahraga saat bulan Ramadan membutuhkan penyesuaian agar hasilnya tetap maksimal. Ia menjelaskan, pilihan waktu dan jenis olahraga yang tepat saat puasa. 

Olahraga dengan intensitas sedang membantu tubuh tetap aktif tanpa membebani sistem kardiovaskular secara berlebihan. Durasi di bawah satu jam juga mengurangi risiko kehilangan cairan yang terlalu banyak.

Selain itu, menghindari paparan sinar matahari langsung penting untuk menekan risiko dehidrasi.

Jangan Terjebak Mitos Turun Berat Badan

Banyak orang sengaja berolahraga saat perut kosong karena percaya bisa mempercepat penurunan berat badan.

Dr. Risky menjelaskan bahwa latihan dalam kondisi berpuasa memang meningkatkan penggunaan lemak saat sesi olahraga

Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada keseimbangan kalori harian.

Jika setelah olahraga justru makan berlebihan saat berbuka, manfaatnya tidak akan optimal.

Puasa sebagai Momen Reset

Menariknya, puasa justru bisa menjadi kesempatan membangun kebiasaan sehat jangka panjang.

“Ya, puasa dapat menjadi waktu yang ideal untuk membangun kebiasaan hidup sehat karena ada waktu makan yang jelas, kontrol diri sedang dilatih, kebiasaan snacking berkurang, dan tubuh belajar meregulasi energi,"paparnya. 

"Jika momen ini dimanfaatkan dengan menerapkan pola makan seimbang dan olahraga teratur, Ramadan dapat menjadi momen ‘reset metabolik’ dan awal kebiasaan sehat jangka panjang,"sambungnya. 

Dengan kata lain, kunci olahraga saat puasa bukan pada seberapa keras latihan dilakukan, melainkan seberapa bijak seseorang membaca kondisi tubuhnya.

Lelah itu wajar. Tapi ketika tubuh mulai memberi sinyal bahaya, berhenti bukan berarti kalah, melainkan bentuk kepedulian pada kesehatan diri sendiri.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved