Stevia: Pemanis Alami yang Makin Populer sebagai Pengganti Gula
Stevia adalah ekstrak tanaman alami yang semakin banyak dipilih sebagai pengganti gula, terutama mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan
Ringkasan Berita:
- Stevia adalah ekstrak tanaman alami yang semakin banyak dipilih sebagai pengganti gula, terutama bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan
- Para ahli gizi menilai stevia sebagai pilihan yang aman dan sehat karena bebas kalori, jauh lebih manis dari gula biasa, serta telah diakui aman oleh FDA sejak 2008.
- Satu-satunya catatan penting adalah memastikan produk stevia yang dipilih benar-benar 100 persen stevia
TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat Amerika semakin peduli terhadap kesehatan, dan banyak yang mencari alternatif makanan serta bahan tambahan yang dinilai kurang baik untuk kesehatan jangka panjang.
Dilansir USA Today, salah satu jawabannya adalah stevia — ekstrak tanaman alami yang populer digunakan untuk mempermanis makanan atau minuman sebagai pengganti gula.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula tambahan dapat dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, tekanan darah tinggi, dan berbagai faktor risiko penyakit jantung lainnya.
"Stevia digunakan sebagai alternatif gula dalam minuman, kue, dan resep yang membutuhkan gula tambahan," ujar ahli gizi terdaftar Jamie Nadeau.
Apa Itu Stevia dan Apakah Benar-Benar Sehat?
Meski "alami" tidak selalu berarti "baik untuk tubuh," para ahli gizi berpendapat bahwa stevia bisa menjadi pengganti yang bermanfaat bagi mereka yang ingin membatasi konsumsi gula.
Keunggulan lain stevia adalah tingkat kemanisannya yang jauh melampaui gula biasa dan beberapa pemanis buatan, termasuk aspartam, menurut Cleveland Clinic. Artinya, Anda tidak perlu menambahkan banyak stevia ke dalam kue atau kopi Anda.
"Ini adalah cara yang bagus untuk mengurangi gula dalam minuman dan resep sambil tetap menjaga rasa manis," kata Nadeau. Ia juga mencatat bahwa pemanis ini bebas kalori. "Jika Anda sedang berusaha mengurangi gula tambahan dalam diet, stevia adalah pilihan yang patut dicoba."
Baca juga: Dianggap Sehat, Air Tebu Ternyata Bisa Memicu Lonjakan Gula Darah, Ini Penjelasan Dokter
Apakah Stevia Berbahaya?
Pada umumnya, stevia tidak berbahaya — meski seperti semua hal dalam nutrisi, ada beberapa pengecualian.
Para ahli menyarankan agar Anda memastikan stevia yang dipilih di rak toko adalah 100% stevia, bukan yang mengandung pemanis buatan lain atau gula alkohol, yang kadang digunakan sebagai pengisi dan untuk memperbaiki rasa.
"Jika Anda sensitif terhadap gula alkohol, bisa menyebabkan masalah pencernaan — jadi itu perlu diperhatikan saat memilih stevia," tambah Nadeau.
Gula alkohol seperti xilitol dan eritritol juga berpotensi meningkatkan kadar gula darah, yang bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes.
Jika masalah-masalah tersebut bukan kekhawatiran Anda, para ahli gizi mengatakan tidak banyak kelemahan lain dari mengganti gula dengan stevia.
Sejak 2008, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengkategorikan stevia sebagai bahan tambahan makanan yang Umumnya Diakui Aman (GRAS) — yang berarti ada "keyakinan yang masuk akal bahwa tidak ada bahaya dalam kondisi penggunaan yang dimaksudkan." Minyak kanola, cuka, dan rempah-rempah termasuk lada hitam juga termasuk dalam kategori GRAS versi FDA.
Satu-Satunya Kekurangan: Soal Rasa
"Kelemahan utama menggunakan stevia dibanding gula sebagian besar hanyalah soal rasa yang berbeda," kata Nadeau.
"Tidak semua orang menyukai rasanya. Stevia bisa meninggalkan rasa pahit di akhir, terutama jika Anda menggunakannya terlalu banyak. ... Selain itu, stevia adalah alternatif gula yang bagus untuk mengurangi asupan gula tambahan dengan efek samping yang minimal."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-gula-dan-teh-yang-diunduh-dari-situs-bebas-roy.jpg)