Wabah Campak
Kenali Perjalanan Campak dari Awalnya Batuk Pilek hingga Komplikasi yang Berujung Kematian
Campak bukan sekadar penyakit infeksi biasa yang ditandai dengan ruam merah pada kulit tapi bisa berkembang jadi komplikasi berujung kematian.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi telinga, Pneumonia (radang paru), Ensefalitis (radang otak).
Dua komplikasi Pneumonia dan ensefalitis, menjadi penyebab kematian paling umum.
“1 dari 20 anak campak yang mengalami komplikasi pneumonia bisa menyebabkan kematian. Dan 1 dari 1000 anak yang terkena campak akan menderita radang otak. Sementara 1 dari 1.000 anak dengan campak dapat meninggal dunia,” tutur dia.
Prof Hinky juga membeberkan, salah satu komplikasi paling serius dari campak adalah Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), yaitu gangguan otak progresif.
Komplikasi ini muncul 7–10 tahun setelah infeksi campak. Ditandai dengan penurunan kesadaran, gangguan berjalan, kelumpuhan dan berujung kematian.
Biasanya risiko ini terjadi pada anak-anak yang terinfeksi campak pada umur kurang dari 2 tahun.
Risiko SSPE lebih tinggi pada anak yang terkena campak sebelum usia 2 tahun.
Campak juga berbahaya bagi ibu hamil, karena dapat menyebabkan kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah
Jadwal Vaksinasi Campak
Mengutip Kementerian Kesehatan, jadwal vaksin campak anak yang kini umumnya menggunakan vaksin MR (Measles-Rubella), wajib diberikan dalam tiga tahap untuk perlindungan optimal.
Pertama, pada usia 9 bulan (dosis primer).
Kemudian pada 18 bulan (booster).
Lalu vaksinasi dilanjutkan pada kelas 1 SD/sederajat (sekitar 5-7 tahun) melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).