Program Makan Bergizi Gratis
Perintahkan Penertiban Dapur MBG Jelek, Begini Respons Presiden saat Waka BGN Lapor Suspend SPPG
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penertiban dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jelek tak sesuai standar.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penertiban dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jelek tak sesuai standar.
- Perintah ditujukan pada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang.
- Presiden lantas merespons saat Nanik S Deyang laporkan suspend SPPG.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang menertibkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jelek tak sesuai standar.
Baca juga: BGN Bantah Harga Motor Listrik MBG Rp58 Juta, Sebut Hanya Rp42 Juta per Unit
Perintah ini keluar usai rapat kerja dengan anggota Kabinet Merah Putih, Eselon I Kementerian dan Lembaga, serta para Dirut BUMN.
Saat menyalami Nanik S Deyang, Presiden Prabowo Subianto langsung memberikan perintah agar dapur-dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai Juknis ditertibkan.
“Presiden perintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis ditertibkan,” kata Wakil BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S Deyang, Rabu (8/4/2026).
Acungan Jempol Presiden
Usai mendapatkan perintah ini, Nanik juga melaporkan ke presiden bahwa ia terus melakukan suspend atau penutupan sementara untuk SPPG-SPPG yang tidak sesuai Juknis.
Dapur-dapur yang menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), termasuk juga bila ada mitra yang melakukan mark up harga bahan baku serta memonopoli suplier, dan lain lain juga turut dihentikan.
Baca juga: Prabowo Klaim 1.000 Lebih Dapur MBG Di-suspend karena Bermasalah, Pemerintah Perketat Standar
“Bagus lanjutkan terus,” kata Presiden sambil mengacungkan jempol seperti ditirukan Nanik.
Dalam keterangan sebelumnya, BGN melaporkan 1.528 SPPG di Indonesia dihentikan sementara buntut laporan dugaan keracunan makanan hingga dapur yang belum memenuhi standar sanitasi.
Meski dari total tersebut sudah menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dikarenakan sebagian SPPG banyak yang akhirnya sudah mendaftarkan kembali Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
"Penurunan terjadi karena banyak yang sudah mendaftar SLHS," beber Nanik dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Penyebab SPPG Ditutup
Penyebab penutupan SPPG ini terbagi dalam dua kategori utama yakni :
Kejadian Menonjol
Pertama, kasus kejadian menonjol (KM), yang berkaitan langsung dengan keracunan pangan.
Dalam kategori ini, terdapat 72 SPPG yang terpaksa dihentikan operasionalnya.