Selasa, 14 April 2026

Wabah Campak

BPOM Terbitkan Izin Vaksin Campak untuk Dewasa, Kemenkes Prioritaskan Nakes

Kemenkes memprioritaskan vaksin Campak bagi tenaga kesehatan dewasa di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.

|
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
VAKSIN CAMPAK - Badan Pengawas Obat dan Makanan secara resmi mengumumkan pemberian Nomor Izin Edar (NIE) yang memperluas indikasi penggunaan vaksin campak produksi PT Bio Farma bagi kelompok usia dewasa yang berisiko terinfeksi campak, Rabu (8/4/2026). Kemenkes memprioritaskan vaksin MR bagi tenaga kesehatan dewasa di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenkes memprioritaskan vaksin MR bagi tenaga kesehatan dewasa di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.
  • BPOM memperluas indikasi vaksin MR, MMR, dan measles tunggal untuk dewasa; orang tua diimbau lengkapi imunisasi anak tanpa menunggu wabah.
  • Kebutuhan sekitar 290 ribu dosis dipenuhi dari stok nasional 9,8 juta dosis, cukup untuk 5,5 bulan ke depan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes), menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk kelompok usia dewasa.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan izin perluasan indikasi telah diterbitkan untuk vaksin MR, MMR, dan measles tunggal produksi Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

"Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat," ungkap Taruna, dikutip dari laman Kemenkes, Kamis (9/4/2026).

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyebut prioritas vaksinasi campak bagi nakes ini dilakukan untuk melindungi garda terdepan yang berisiko tinggi tertular penyakit.

Sasaran prioritas meliputi 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.

"Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi," kata Rizka saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, vaksinasi juga diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang menjalani masa internship di seluruh Indonesia.

Total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa diperkirakan sekitar 290 ribu dosis.

Rizka memastikan stok nasional saat ini mencukupi.

Hingga minggu ke-13 tahun 2026, tercatat stok vaksin MR sebanyak 9,8 juta dosis, cukup untuk 5,5 bulan ke depan.

Pengawasan distribusi dilakukan melalui SMILE (Satu Sehat Logistik), memungkinkan pemantauan ketersediaan vaksin secara real-time hingga Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca juga: Pemkot Tangsel Ajak Warga Sukseskan ORI Campak, Targetkan 109 Ribu Anak

"Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak. Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time," ujarnya.

Di akhir keterangannya, Rizka mengimbau orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster saat SD, tanpa menunggu terjadinya wabah.

Sebagai informasi, campak adalah suatu penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus, biasanya menyerang anak-anak dengan derajat ringan sampai sedang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved