Kamis, 4 Juni 2026

Wabah Campak

BPOM Terbitkan Izin Vaksin Campak untuk Dewasa, Kemenkes Prioritaskan Nakes

Kemenkes memprioritaskan vaksin Campak bagi tenaga kesehatan dewasa di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
VAKSIN CAMPAK - Badan Pengawas Obat dan Makanan secara resmi mengumumkan pemberian Nomor Izin Edar (NIE) yang memperluas indikasi penggunaan vaksin campak produksi PT Bio Farma bagi kelompok usia dewasa yang berisiko terinfeksi campak, Rabu (8/4/2026). Kemenkes memprioritaskan vaksin MR bagi tenaga kesehatan dewasa di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. 

Campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae.

Penularan penyakit campak adalah dari orang ke orang melalui droplet atau dapat pula melalui air borne.

Penyakit ini termasuk ke dalam golongan penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Beberapa orang menganggap campak sebagai ruam kecil dan demam yang hilang dalam beberapa hari.

Namun, penyakit campak juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan dan kematian yang diakibatkan oleh komplikasi.

Kelompok Prioritas Vaksinasi Campak 

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menekankan bahwa terdapat dua kelompok utama yang perlu diprioritaskan untuk menerima vaksinasi campak dewasa.

Pertama, kelompok rentan terinfeksi dan berisiko mengalami sakit berat, seperti : 

  • Penderita komorbid (diabetes melitus, hipertensi, penyakit autoimun)
  • Pasien HIV, lansia dan individu dengan daya tahan tubuh lemah

Kedua, kelompok yang berpotensi menularkan kepada kelompok rentan yaitu:

  • Tenaga kesehatan
  • Perawat atau pendamping lansia dan pasien dengan imunitas rendah

"Tenaga kesehatan itu masuk ke dalam kedua kategori tersebut, karena selain berisiko tertular, mereka juga berpotensi menjadi sumber penularan bagi pasien," jelas Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe.

Selain faktor penyakit, penurunan daya tahan tubuh juga bisa dipicu oleh gaya hidup, seperti stres, kelelahan, pola makan yang buruk, dan kurangnya kebersihan.

(Tribunnews.com/Latifah/Rina Ayu Panca Rini)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved