Minggu, 19 April 2026

Studi IHDC Ungkap 1 dari 5 Anak Alami Anemia, 22,1 persen Punya Masalah Daya Ingat

Temuan ini mempertegas bahwa masalah gizi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga berhubungan langsung dengan kemampuan belajar anak.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
HASIL STUDI - Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K). Moeloek (di tengah) menjelaskan hasil studi Indonesia Health Development Center terkait keterkaitan stunting, anemia, dan asupan gizi terhadap working memory anak di Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Bahkan, anak dengan stunting memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan pada fungsi working memory.

Temuan lain yang tak kalah penting adalah terkait pola makan anak

Studi ini menunjukkan bahwa anak dengan anemia cenderung memiliki asupan protein yang rendah, yakni hanya sekitar 46 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang direkomendasikan.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemenuhan gizi anak masih belum optimal, terutama dalam hal protein dan zat besi yang berperan penting dalam pembentukan sel darah dan fungsi otak.

Temuan ini menjadi alarm bagi berbagai pihak bahwa persoalan gizi anak tidak bisa dipandang sebagai isu sederhana. 

Ada dampak jangka panjang yang menyangkut kualitas pembelajaran hingga kesiapan generasi masa depan.

Dengan data yang semakin kuat, studi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mendorong langkah penanganan yang lebih terarah, mulai dari edukasi gizi hingga intervensi yang berkelanjutan.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved