HPV Tak Hanya Serang Perempuan, Dokter Ungkap 'Beban Tersembunyi' pada Laki-laki
Ancaman virus HPV kerap dianggap hanya berkaitan dengan perempuan, tapi bisa menyerang laki-laki
Banyak laki-laki terinfeksi tanpa menyadarinya, sehingga berpotensi menularkan ke pasangan.
Data menunjukkan, satu dari tiga pria di atas usia 15 tahun bisa terinfeksi HPV.
Bahkan, infeksi ini sering dianggap sepele karena bersifat sementara (transient).
Padahal, dalam beberapa kasus, virus bisa bertahan lama (persistent) dan berkembang menjadi penyakit serius.
Virus HPV juga bisa menyebabkan berbagai jenis kanker pada laki-laki, mulai dari kanker penis, anus, hingga tenggorokan.
Menariknya, risiko kanker tenggorokan pada laki-laki bahkan disebut empat kali lebih tinggi dibanding perempuan.
Selain itu, angka kematian akibat kanker terkait HPV pada laki-laki juga tidak kecil, mencapai puluhan ribu kasus per tahun secara global.
Penularan Tak Selalu Disadari
HPV menyebar melalui kontak kulit hingga hubungan seksual.
Sebagian besar penularan terjadi melalui hubungan seksual, bahkan lebih dari 85 persen kasus.
Namun, ada juga jalur non-seksual, seperti penularan dari ibu ke bayi saat persalinan normal, hingga melalui benda yang terkontaminasi.
Kondisi ini membuat HPV semakin sulit dikendalikan tanpa kesadaran masyarakat yang kuat.
Vaksin Jadi Kunci Pencegahan
Meski berisiko tinggi, HPV sebenarnya bisa dicegah.
Vaksinasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk menurunkan infeksi hingga mencegah lesi prakanker.
Vaksin ini tidak hanya penting untuk perempuan, tetapi juga laki-laki.
Dengan perlindungan sejak dini, risiko berkembangnya kanker akibat HPV dapat ditekan secara signifikan.
Kesimpulannya, memahami HPV sebagai ancaman bersama menjadi langkah awal penting untuk melindungi generasi ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dr-Hanny-Nilasari-sebut-HPV-bisa-serang-laki-laki.jpg)