Kemenkes Gaspol Tekan Kematian Ibu dengan Cara Deteksi Preeklamsia Berbasis AI
Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia terus diperkuat dengan meningkatkan deteksi dini preeklamsia.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Pemerintah berupaya menekan angka kematian ibu (AKI).
- Tidak lagi sekadar menurunkan angka kematian ibu, tetapi menargetkan penurunan secara agresif.
- Langkah strategis diambil Kemenkes dengan memperkuat deteksi dini preeklamsia berbasis teknologi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia terus diperkuat, terutama dalam momentum peringatan Hari Kartini.
Pemerintah menilai, keselamatan ibu hamil menjadi kunci penting dalam melahirkan generasi sehat dan masa depan bangsa yang lebih kuat.
Baca juga: Kecukupan Vitamin D Selama Kehamilan Minimalisir Risiko Preeklamsia
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) pun mengambil langkah strategis dengan memperkuat deteksi dini preeklamsia berbasis teknologi.
Langkah ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan skrining yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Melibatkan lebih dari 150 peserta, termasuk ibu hamil dari sejumlah puskesmas di DKI Jakarta.
Kegiatan ini juga terhubung dengan pemeriksaan serentak di Kabupaten Garut yang disiarkan langsung dari Puskesmas Cikelabs dan Cikajang.
Target Ambisius: Turunkan AKI hingga 40 dalam 5 Tahun
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi sekadar menurunkan angka kematian ibu, tetapi menargetkan penurunan secara agresif.
Saat ini, AKI di Indonesia masih berada di angka 140 per 100.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.
Baca juga: Preeklamsia Masalah Serius pada Ibu Hamil, Bagaimana Cara Mencegahnya?
“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,” ujar Budi Gunadi Sadikin dilansir dari website resmi, Rabu (22/4/2026).
Target ini menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional, termasuk pemerataan akses layanan deteksi dini di seluruh wilayah Indonesia.
Preeklamsia Jadi Penyebab Utama Kematian Ibu
Salah satu fokus utama pemerintah adalah penanganan preeklamsia, kondisi serius pada kehamilan yang dapat berujung kematian.
Preeklamsia dan eklamsia diketahui menjadi penyebab kematian ibu terbesar kedua di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 25 persen dari total kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ibu-hamil-bumil-preeklamsia.jpg)