Selasa, 12 Mei 2026

Penyakit Moya-moya Bisa Picu Stroke di Usia Muda, Ketahui Gejala Awalnya

Yang membuat penyakit ini berbahaya, gejalanya bisa muncul pada orang muda yang tampak sehat dan tidak memiliki faktor risiko stroke umum.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AI Gemini
ILUSTRASI STROKE - Ilustrasi gambar otak yang mengalami serangan stroke. 

Ringkasan Berita:
  • Moya-moya merupakan penyakit penyempitan pembuluh darah otak yang berlangsung perlahan namun progresif
  • Moya-moya terjadi ketika pembuluh darah utama di otak mengalami penyempitan secara bertahap. Akibatnya, aliran darah menuju otak berkurang dan otak mengalami kekurangan oksigen. Kondisi inilah yang akhirnya memicu stroke
  • Meski sering dikaitkan dengan usia produktif, moya-moya ternyata juga bisa menyerang anak-anak

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit moya-moya masih terdengar asing bagi banyak orang Indonesia. 

Namun di balik namanya yang unik, penyakit langka ini bisa memicu stroke bahkan pada usia muda dan anak-anak.

Dokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Jakarta. dr. Muhammad Hafif, Sp.BS menjelaskan moya-moya merupakan penyakit penyempitan pembuluh darah otak yang berlangsung perlahan namun progresif.

“Jadi moya-moya itu sebenarnya bahasa Jepang ya. Karena memang ditemukannya itu awalnya memang di Jepang, itu sekitar tahun 1957,” ungkapnya pada talkshow virtual yang diselenggarakan di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Selasa (12/5/2026). 

Baca juga: Menekan Risiko Kerusakan Otak hingga Cacat Permanen Akibat Stroke

Nama moya-moya sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “kepulan asap” atau puff of smoke.

Istilah itu muncul dari gambaran pembuluh darah kecil di otak yang terlihat seperti asap saat pemeriksaan khusus pembuluh darah otak dilakukan.

“Gambaran pembuluh darah kecilnya itu yang dinamakan moya-moya atau puff of smoke,” ujarnya.

Stroke Bisa Terjadi pada Orang Muda yang Tampak Sehat

Moya-moya terjadi ketika pembuluh darah utama di otak mengalami penyempitan secara bertahap.

Akibatnya, aliran darah menuju otak berkurang dan otak mengalami kekurangan oksigen.

Kondisi inilah yang akhirnya memicu stroke.

Yang membuat penyakit ini berbahaya, gejalanya bisa muncul pada orang muda yang tampak sehat dan tidak memiliki faktor risiko stroke umum.

“Misalkan orangnya sehat, tidak merokok, hasil labnya tidak memiliki faktor risiko struk seperti kolesterol terlalu tinggi, diabetes nggak ada, semuanya normal, tapi bisa saja memang mungkin ada bakat atau genetik yang mengalami moya-moya, dia mengalami struk,” jelasnya.

Dokter menyebut gejala moya-moya mirip stroke pada umumnya. Mulai dari kelemahan satu sisi tubuh, bicara pelo, wajah mencong hingga gangguan berpikir.

Pada beberapa kasus, pasien juga bisa mengalami kejang dan penurunan kesadaran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved