Kamis, 21 Mei 2026

El Nino Godzilla Bukan Sekadar Cuaca Panas, Anak Bisa Alami Diare hingga Heat Stroke

Bukan sekadar kemarau atau cuaca panas biasa, El Nino kali berdampak pada kesehatan. Anak adalah kelompok rentan mengalami efeknya.

Tayang:
Freepik
SAKIT PERUT - Ilustrasi yang menggambarkan seorang anak sakit perut ini, diunduh dari situs freepik pada Minggu (13/4/2025). Bukan sekadar kemarau atau cuaca panas biasa, El Nino kali berdampak pada kesehatan. Anak adalah kelompok rentan mengalami efeknya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

 

Ringkasan Berita:
  • Bukan sekadar kemarau atau cuaca panas biasa, El Nino kali berdampak pada kesehatan.
  • Anak adalah kelompok rentan mengalami efek El Nino yang dijuluki El Nino Godzilla ini.
  • Suhu panas berkepanjangan dapat membuat anak lebih mudah kehilangan cairan tubuh dan berakibat diare dam masalah kesehatan lainnya.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena El Nino tahun 2026 disebut bukan sekadar musim kemarau biasa.

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K), menyebut El Nino kali ini bahkan dijuluki “El Nino Godzilla” karena dampaknya yang besar terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Baca juga: Waspada Dampak El Nino Ekstrem: Mulai Risiko Ledakan Kasus DBD hingga Gangguan Pencernaan Anak

Menurut Darmawan, El Nino memicu kekeringan panjang, suhu udara ekstrem, hingga krisis air bersih yang dapat meningkatkan berbagai penyakit pada anak.

“Anak-anak adalah kelompok yang sangat rentan menghadapi perubahan cuaca ekstrem,” ujar Darmawan dalam seminar media virtual IDAI, Rabu (20/5/2026). 


Anak Lebih Mudah Dehidrasi Saat Cuaca Panas

Sudahkah ibu cukup menyusui? Ini tanda bayi dehidrasi
Sudahkah ibu cukup menyusui? Ini tanda bayi dehidrasi (iStockphoto)

Ia menjelaskan, suhu panas berkepanjangan dapat membuat anak lebih mudah kehilangan cairan tubuh.

Kondisi ini bisa berkembang dari dehidrasi ringan menjadi berat jika tidak ditangani dengan cepat.

“Risiko dehidrasi dan heat stroke lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa,” jelasnya.

Darmawan mengatakan anak memiliki kemampuan pengaturan suhu tubuh yang belum sempurna.

Tubuh anak juga lebih cepat kehilangan cairan dibandingkan orang dewasa.

Karena itu, cuaca panas ekstrem tidak boleh dianggap sepele.

Apalagi pada balita dan bayi yang belum bisa mengungkapkan rasa haus atau keluhan tubuhnya dengan jelas.


Krisis Air Bersih Bisa Picu Diare

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved