Hoaks Media Sosial Jadi Pemicu Rendahnya Imunisasi Anak di Aceh
Provinsi Aceh tengah berada dalam kondisi darurat perlindungan kesehatan anak.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Aceh menjadi salah satu wilayah yang menyumbang angka anak tanpa imunisasi atau zero dose terbesar di level nasional.
- Jumlah anak zero dose atau mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin DPT dosis pertama di Aceh terus merangkak naik tiap tahunnya.
- Rapor imunisasi bayi lengkap di Aceh pada tahun 2025 didapuk sebagai salah satu yang paling jeblok di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Provinsi Aceh tengah berada dalam kondisi darurat perlindungan kesehatan anak.
Serambi Mekah menjadi salah satu wilayah yang menyumbang angka anak tanpa imunisasi atau zero dose terbesar di level nasional.
Baca juga: Indonesia Masuk 6 Besar Dunia Zero Dose Imunisasi, Ancaman Polio hingga Campak Mengintai
Berdasarkan data berkala, jumlah anak zero dose atau mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin DPT dosis pertama di Aceh terus merangkak naik tiap tahunnya.
Pada 2023 angka berada di urutan 52.664 anak, kemudian merosot lagi pada 2024 menjadi 58.143 anak, dan menyentuh angka mengkhawatirkan pada 2025 dengan total 61.440 anak.
Tak heran jika rapor imunisasi bayi lengkap di Aceh pada tahun 2025 didapuk sebagai salah satu yang paling jeblok di Indonesia, karena hanya mampu mengumpulkan persentase 33,7 persen.
Kondisi terkini di tahun ini pun urung membaik. Berdasarkan data komparasi Dashboard ASIK per 15 Mei 2026, ketika capaian nasional sudah menyentuh 17,6 persen, Provinsi Aceh justru masih tertinggal jauh di angka mengenaskan, yakni sekitar 5,3 persen saja.
Terjebak Hoaks Media Sosial
Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan, Edy Hariyanto, tidak menampik bahwa salah satu batu sandungan terbesar di lapangan adalah maraknya disinformasi.
Kemenkes menyoroti tajam fenomena tingginya sikap skeptis dan keraguan para orang tua untuk membawa anak mereka ke posyandu akibat termakan berita bohong di media sosial.
"Banyak masyarakat akhirnya menolak imunisasi karena informasi yang diterima hanya hoaks, sementara edukasi yang benar tidak sampai," katanya di Kota Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).
Padahal, dampak dari penolakan ini sudah nyata terjadi.
Penyakit lumpuh layu atau polio yang sempat hilang dari bumi nusantara sejak 2014, belakangan ini justru kembali terdeteksi muncul di Aceh akibat hilangnya kekebalan kelompok.
- Langkah Siasat Kemenkes: Gencarkan Imunisasi Kejar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hoaks-imunisasi.jpg)