Rabu, 27 Mei 2026

Wabah Ebola

Wamenkes Pastikan Virus Ebola Belum Ditemukan di Indonesia, Begini Antisipasinya

Kemenkes memastikan hingga detik ini, belum ada satu pun laporan mengenai temuan kasus penyakit tersebut di dalam negeri.

Tayang:
africacdc.org
WABAH EBOLA - Petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap sebelum memasuki zona isolasi Ebola di Kongo. Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengingatkan pentingnya mengenali gejala awal untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.Kemenkes memastikan hingga detik ini, belum ada satu pun laporan mengenai temuan kasus penyakit tersebut di dalam negeri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

Ringkasan Berita:
  • Kemenkes memastikan hingga detik ini, belum ada satu pun laporan mengenai temuan kasus penyakit tersebut di dalam negeri.
  • Pemerintah bergerak cepat membentengi pintu masuk negara demi mengantisipasi potensi penyebaran virus Ebola. 
  • Protokol pemeriksaan ketat pun dipastikan bakal diterapkan di setiap gerbang masuk wilayah Nusantara.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH -  Pemerintah bergerak cepat membentengi pintu masuk negara demi mengantisipasi potensi penyebaran virus Ebola meski kasusnya dipastikan belum ada di Indonesia. 

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga detik ini, belum ada satu pun laporan mengenai temuan kasus penyakit tersebut di dalam negeri.

Baca juga: Kemenkes Perketat Bandara dan Pelabuhan usai Wabah Ebola, Penumpang Bergejala Langsung Dirujuk


Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela agenda kunjungan kerjanya terkait percepatan imunisasi di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).

"Sampai sekarang belum ada virus Ebola yang ada di Indonesia," tegas Dante.

IMUNISASI DI ACEH RENDAH - Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan rendahnya cakupan vaksinasi turut berdampak pada meningkatnya kasus campak di Aceh yang kini tercatat mencapai 263 kasus. Pernyataan tersebut disampaikan saat agenda Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose Imunisasi di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).
IMUNISASI DI ACEH RENDAH - Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan rendahnya cakupan vaksinasi turut berdampak pada meningkatnya kasus campak di Aceh yang kini tercatat mencapai 263 kasus. Pernyataan tersebut disampaikan saat agenda Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose Imunisasi di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026). (Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior)

Langkah mitigasi dan pengawasan ketat kini resmi diperketat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) terkait virus mematikan tersebut.


Prof. Dante mengungkapkan koordinasi internal dan instruksi siaga sudah dikeluarkan sesaat setelah pihak kementerian mengendus adanya lonjakan kasus Ebola di benua Afrika, bahkan sebelum WHO merilis status daruratnya.

"Seminggu yang lalu saya mendapat informasi terkait Ebola sebelum WHO mengeluarkan status PHEIC tersebut," kata Prof Dante di Banda Aceh, Jumat.

"Pada hari itu juga langsung dilakukan rapat dengan seluruh kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan se-Indonesia," lanjutnya.

Sebagai bentuk keseriusan dan langkah deteksi dini di lapangan, Kemenkes juga telah menyebarkan surat edaran resmi mengenai kewaspadaan terhadap ancaman Ebola kepada seluruh fasilitas dan jajaran tenaga kesehatan di penjuru tanah air.

Perketat Pintu Masuk Negara

Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah memperketat pengawasan terhadap para pelaku perjalanan internasional, terutama mereka yang datang atau memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara episentrum penularan Ebola. 

Baca juga: WHO: Wabah Ebola di Kongo Diduga Sudah Menyebar Selama Dua Bulan

Protokol pemeriksaan ketat pun dipastikan bakal diterapkan di setiap gerbang masuk wilayah Nusantara.

"Kita akan melakukan screening terhadap kemungkinan masuknya virus Ebola ke Indonesia," jelasnya.

Kendati pengawasan ditingkatkan secara masif, Dante mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. 

 

Prosedur Karantina Telah Siap

Lebih lanjut, Dante memaparkan kesiapan infrastruktur medis Indonesia saat ini sudah jauh lebih matang. 

Berbagai fasilitas penunjang mulai dari laboratorium diagnosis, sarana karantina, hingga sistem penyaringan (skrining) berlapis telah disiagakan penuh guna menangani potensi adanya kasus impor.

"Kemampuan diagnosis kita sudah mumpuni, tetapi tetap dilakukan mitigasi, karantina, dan screening terhadap kemungkinan masuknya virus Ebola," pungkasnya.


Penjelasan Apa Itu Ebola?

Ebola disease adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Orthoebolavirus.

Pertama kali ditemukan tahun 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo.

Ada beberapa jenis virus penyebab: Ebola virus (EVD), Sudan virus (SVD), dan Bundibugyo virus (BVD).


Gejala

Masa inkubasi: 2–21 hari.

Gejala awal: demam, lemas, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan.

Gejala lanjut: muntah, diare, nyeri perut, ruam, gangguan fungsi ginjal & hati.

Bisa terjadi perdarahan internal maupun eksternal (misalnya dari hidung, gusi, atau melalui muntah/darah di feses).

Cara Penularan


Kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh orang yang sakit/meninggal akibat Ebola.

Kontak dengan hewan liar (kelelawar buah, primata, antelop hutan) yang terinfeksi.

Tidak menular lewat udara; hanya menular bila ada gejala.

Pencegahan

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Hindari kontak dengan orang/hewan sakit.

Gunakan masker bila merasa kurang sehat.

Terapkan etika batuk & bersin.

Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila ada gejala setelah bepergian dari daerah terdampak.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved