Jumat, 29 Mei 2026

Program Hamil Jadi Perjuangan Emosional, 1 dari 6 Orang di Dunia Alami Infertilitas

Jumlah pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan terus meningkat, termasuk di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
Shutterstock
PROGRAM HAMIL - Jumlah pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan terus meningkat, termasuk di Indonesia. 

Selain menyangkut kesehatan keluarga, fertilitas juga berkaitan dengan masa depan penduduk Indonesia.

Berdasarkan data BKKBN, angka kelahiran total Indonesia pada 2023 berada di angka 2,14 anak per perempuan.

Menurut Dante, kualitas generasi mendatang perlu dijaga untuk mendukung bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

"Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," ujarnya.

Karena itu, layanan fertilitas tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan individu, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Pasien Program Bayi Tabung Terus Naik, Apa Penyebabnya?

Meningkatnya kesadaran masyarakat membuat semakin banyak pasangan mencari bantuan medis.

Data nasional menunjukkan jumlah pasien layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung meningkat cukup tajam.

Baca juga: Sel Telur Sudah Dibekukan, Luna Maya Gaspol Kebut Program Hamil Usai Dinikahi Maxime Bouttier? 

Pada 2021 jumlah pasien tercatat sekitar 23 ribu orang.

Angka tersebut naik menjadi 36 ribu pasien pada 2024.

Saat ini terdapat 59 rumah sakit di 15 provinsi yang telah memiliki izin layanan IVF atau bayi tabung.

Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak pasangan yang mulai terbuka mencari bantuan medis dibanding menunda atau hanya mencoba sendiri dalam waktu lama.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved