Senin, 1 Juni 2026

Semprotkan Parfum ke Leher Bisa Sebabkan Kanker Tiroid? Dokter Bongkar Faktanya

Muncul kekhawatiran baru di masyarakat, benarkah parfum yang disemprot di leher bisa memicu kanker tiroid?

Tayang:
healthnewshub.org
DETEKSI DINI - Ilustrasi pemeriksaan kesehatan sebagai deteksi dini penyakit kanker kepala dan leher. Muncul kekhawatiran baru di masyarakat, benarkah parfum yang disemprot di leher bisa memicu kanker tiroid? Isu ini semakin ramai karena letak kelenjar tiroid berada di bagian depan leher, area yang sering terkena parfum, body mist, atau produk perawatan lainnya. Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Onkologi beri penjelasan medisnya tentang faktanya. 

Mulai dari parfum, skincare, hingga produk tubuh lainnya sering menjadi sasaran informasi yang belum tentu benar.

Padahal, ketakutan berlebihan terhadap hal yang belum terbukti justru dapat membuat masyarakat kehilangan fokus terhadap hal yang lebih penting, yakni mengenali gejala dan faktor risiko yang benar.

Gejala Tiroid Juga Sering Disalahartikan

Ilustrasi
Ilustrasi (Mejor con Salud)

Gangguan tiroid sendiri sering tidak dikenali karena gejalanya mirip dengan kondisi lain.

Salah satu contoh yang cukup sering terjadi adalah keringat berlebih.

Sebagian orang menghubungkannya dengan penyakit jantung, padahal kondisi itu bisa muncul karena banyak hal.

"Jadi kan. Nanti kan misalnya berkelah-kelah. Kemudian keringat berlebih. Kemudian juga. Berat badan menurun. Terus. Itu kan tanda-tanda hipermetabolisme," jelas dr. Diani.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu pemeriksaan lanjutan karena gejala yang sama bisa muncul akibat gangguan jantung, tiroid, maupun penyebab lain.

Pemeriksaan Tetap Jadi Penentu

Karena gejalanya dapat saling tumpang tindih, dokter biasanya perlu melakukan screening untuk memastikan sumber masalah.

Pemeriksaan penunjang dibutuhkan agar pasien tidak hanya mengandalkan asumsi.

"Apakah ada peningkatan dari. Fungsi tiroid. Atau tidak. Nah itu harus dicek dulu," katanya.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati menerima informasi kesehatan yang beredar luas, terutama bila belum jelas dasar ilmiahnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved