Rabu, 3 Juni 2026

Pimpinan BGN Diganti

Resmi Diganti Nanik S Deyang, Ini 7 Pernyataan Kontroversi Dadan Hindayana Selama Pimpin BGN

Selama satu setengah tahun menjabat sebagai kepala BGN, berikut 7 pernyataan kontroversial Dadan ini yang dirangkum oleh Tribunnews.com.

Tayang: | Diperbarui:

Pada kesempatan yang berbeda lagi Dadan pernah menyebut bahwa anaknya bisa memiliki tinggi badan lebih dari 180 cm karena kebiasaan konsumsi minum susu lebih dari 2 liter per hari.

3.Menu serangga untuk MBG

Pada awal-awal masa jabatannya Dadan pernah bercerita tentang menu lokal yang bisa dijadikan menu MBG.

Ia mencontohkan salah satunya adalah makanan di Gunung Kidul yaitu serangga.

Menurutnya potensi makanan  di daerah bisa dijadikan salah satu sumber protein alternatif menu protein.

Tim dewan pakar Badan Gizi Nasional Prof. Dr. Ir. Epi Taufik, S.Pt, MVPH, MSi, IPM, meminta masyarakat tidak salah paham mengenai serangga yang diwacanakan menjadi alternatif sumber protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan, berdasar aturan, BGN tidak menentukan menu dalam program MBG tetapi menentukan standar komposisi gizi.

“Kalau didengarkan pidatonya. Ada empat standar menjadi mitra yang mau bekerja sama dengan BGN. Itu yang isu utamanya malah tidak terungkap,” kata dia ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2025).


Dalam konteks pidato kepala BGN, ia menjelaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan menyusun menu sesuai dengan kesukaan dan ketersediaan sumber lokal.

Seperti di Halmahera karbohidrat kesukaannya bukan nasi melainkan pisang rebus dan sagu.
Lalu, protein di pulau Jawa banyak berasal dari ayam, daging sapi maupun telur.
Namun di daerah pesisir sumber protein banyak berasal dari ikan.

“Maka itu boleh. Mungkin di daerah tertentu biasa seperti itu. Mereka suka ulat sagu. Dan ulat sagu itu memang dimakan di Papua kan. Ya itu boleh bagian dari MBG. Jadi beliau mencontohkan sumber daya lokal. Sumber karbohidrat, sumber protein yang biasa digunakan. Jadi bukan berarti di Jawa yang tidak biasa makan itu disuruh (makan serangga),” jelas dia.


“Karbohidrat tidak harus nasi. Protein tidak harus daging sapi. Itu intinya. Kalau di sana sukanya ikan ya ikan. Kan ada daerah-daerah tertentu. Jadi memberi contoh. Bukan istilahnya harus itu. Nggak,” lanjut Pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.


BGN ujarnya, terus melakukan evaluasi pelaksanaan program MBG ini termasuk menambah jumlah SPPG untuk menjangkau semua target program MBG ini.

“Karena ini dari awal, setiap hari kami evaluasi,” sebut dia.

4. Angkat ribuan P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian Kerja)

Dadan Hindayana mengatakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lanjutan di lingkup BGN masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah.

Ia menjelaskan, untuk sementara BGN telah menuntaskan pengangkatan PPPK tahap II.

Sejauh ini, sebanyak 32.000 PPPK telah resmi diangkat, menerima surat keputusan (SK), dan mulai mendapatkan gaji.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved