Rabu, 3 Juni 2026

Pimpinan BGN Diganti

Resmi Diganti Nanik S Deyang, Ini 7 Pernyataan Kontroversi Dadan Hindayana Selama Pimpin BGN

Selama satu setengah tahun menjabat sebagai kepala BGN, berikut 7 pernyataan kontroversial Dadan ini yang dirangkum oleh Tribunnews.com.

Tayang: | Diperbarui:

“Kami sudah ada 32.000 P3K yang sudah selesai dan bahkan sudah menerima SK dan sudah mendapatkan gaji,” tutur dia saat ditemui di Kejaksaan Agung, Rabu (18/3).


Sementara proses lanjutan masih akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Keuangan.

Ia menegaskan, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek anggaran sebelum mengambil keputusan lebih jauh.
Sebelumnya pada rapat bersama Komisi IX DPR RI, BGN berencana membuka seleksi PPPK tahap III dan IV tahun ini, untuk kategori umum.  

Adapun jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 32.460 orang.

Di tahun 2025, BGN telah melakukan rekrutmen PPPK untuk tiga komponen pegawai yang bertugas di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pada tahap pertama, sebanyak 2.080 PPPK telah resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN) terhitung mulai 1 Juli 2025.

Pada tahap kedua, dilakukan lagi seleksi terhadap sekitar 32.000 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.250 orang merupakan kepala SPPG yang sebelumnya dididik melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sementara itu, 750 formasi dibuka untuk umum dan diisi oleh 375 akuntan serta 375 ahli gizi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan efek domino yang meluas, tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi produktif.

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang dihadiri para rektor dari 24  PTN-BH di Makassar, Selasa (28/4).

Menurut Dadan, satu unit SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai simpul ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar.

Untuk memenuhi kebutuhan satu SPPG saja, dibutuhkan setidaknya 8 hektare lahan sawah untuk suplai beras, serta sekitar 19 hektare lahan jagung guna mendukung kebutuhan pakan ternak.

Selain itu, sektor peternakan juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok. Satu SPPG membutuhkan sekitar 4.000 ayam petelur untuk memastikan ketersediaan protein hewani setiap hari.

“Kalau ingin telurnya dipasok sendiri, maka harus ada sekitar 3.700 sampai 4.000 ayam petelur untuk satu SPPG,” jelasnya.

Kebutuhan besar tersebut membuka peluang bagi kampus untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik lapangan.

Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek nyata.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved