Pimpinan BGN Diganti
Resmi Diganti Nanik S Deyang, Ini 7 Pernyataan Kontroversi Dadan Hindayana Selama Pimpin BGN
Selama satu setengah tahun menjabat sebagai kepala BGN, berikut 7 pernyataan kontroversial Dadan ini yang dirangkum oleh Tribunnews.com.
Program MBG tidak hanya menciptakan permintaan (demand), tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi di tingkat lokal.
“SPPG ini menjadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal. Jadi bukan hanya soal memberi makan, tapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Dadan.
5. Kebutuhan sapi untuk MBG capai 19 ribu ekor per hari
Hal tersebut pernah disampaikan Dadan hidayana dalam sebuah kesempata.
Iamengatakan kebutuhan sapi untuk menu mbg bisa mencapai 19. 000 ekor per hari jika seluruh dapur MBG se Indonesia memasak menu berbahan dasar sapi.
Dadan nmenyebut, angka itu adalah simulasi perhitungan.
Angka tersebut muncul dari asumsi jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak menyajikan menu berbahan daging sapi dalam waktu yang sama.
"Ini hanya pengandaian. Kalau seluruh SPPG kami perintahkan ditanggal yang sama masak sajian sapi, itu dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dia menjelaskan, dalam satu kali proses memasak, kebutuhan daging sapi di satu SPPG bisa mencapai sekitar 350 hingga 382 kilogram, atau setara satu ekor sapi untuk kebutuhan dagingnya saja.
Menu protein yang diberikan dalam MBG bisa berupa telur, ayam, daging sapi, maupun ikan.
"Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja," papar Dadan.
6. Pengadaan motor listrik BG
Kebijakan Dadan juga juga sempat bikin heboh saat pengadaan motor listrik berlogo BGN.
Ia menegaskan ini bukan program mendadak, melainkan sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.
Pengadaan dilakukan untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan membantah informasi yang menyebut jumlah motor mencapai 70.000 unit, dan menyatakan kabar tersebut adalah hoaks.
7. Sebut Target Zero Accident Program MBG 2026
Dadan juga menyebut sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 250 kejadian keracunan terkait program MBG.
Jumlah kasus sempat mencapai puncak pada:
◦ September: 60 kejadian
◦ Oktober: 85 kejadian
◦ November: 40 kejadian
◦ Desember: 12 kejadian
BGN menilai tren penurunan pada akhir 2025 menunjukkan adanya perbaikan dalam pengawasan dan standar layanan.
Untuk tahun 2026, BGN menargetkan "zero accident" atau tidak ada lagi kasus keracunan akibat MBG.
Perbaikan dilakukan melalui peningkatan pengawasan, sertifikasi, standardisasi layanan, dan penguatan keamanan pangan.
BGN juga menargetkan program MBG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada 2026.