Minggu, 7 Juni 2026

Bukan Apel, Ini 6 Sumber Serat yang Lebih Tinggi untuk Kesehatan Pencernaan

Meski apel mengandung serat yang cukup tinggi, beberapa makanan lain memiliki kandungan serat yang lebih banyak per porsi.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
GIZI DAN KESEHATAN - Foto ilustrasi apel. Meski apel mengandung serat yang cukup tinggi, beberapa makanan lain memiliki kandungan serat yang lebih banyak per porsi. 

Sebagai salah satu jenis kacang-kacangan, kacang polong memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Selain itu, makanan ini relatif rendah kalori dan kaya protein.

Dalam satu porsi 1/2 cangkir, kacang polong hanya mengandung sekitar 67 kalori dan 4,3 gram protein.

5. Ubi Jalar

Serat: 8,2 gram (29% kebutuhan harian) dalam 1 cangkir ubi jalar matang.

Hanya dengan mengonsumsi satu cangkir ubi jalar matang, Anda bisa mendapatkan 8,2 gram serat dengan total kalori kurang dari 250. Ubi jalar juga terkenal karena kandungan vitamin A yang tinggi, yang bermanfaat bagi kesehatan mata, kulit, dan otak. Selain itu, ubi jalar juga mengandung kalium dan vitamin B6 dalam jumlah yang cukup besar.

6. Brokoli

Serat: 5,1 gram (18% kebutuhan harian) dalam 1 cangkir brokoli matang.

Brokoli merupakan sayuran cruciferous yang kaya serat, baik dikonsumsi mentah, dipanggang, maupun dikukus. Selain itu, brokoli juga mengandung kalsium, antioksidan, serta vitamin K, C, dan A. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat antiinflamasi dari brokoli dapat membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker.

Tips Menambahkan Lebih Banyak Serat ke dalam Pola Makan

Bukti menunjukkan bahwa sebagian besar orang dewasa tidak mengonsumsi cukup serat setiap hari. Untuk meningkatkan asupan serat, para ahli merekomendasikan beberapa langkah berikut:

Mulailah hari dengan sarapan kaya serat, seperti roti gandum utuh dengan alpukat dan kacang arab (chickpea).

Prioritaskan sayuran non-tepung seperti selada, bayam, dan brokoli agar mendapatkan lebih banyak serat dari makanan.

Tambahkan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian ke dalam camilan maupun lauk pendamping.

Gunakan bahan-bahan tinggi serat untuk membuat kue atau roti, seperti tepung gandum utuh, biji chia, dan biji rami giling.

Ganti sumber karbohidrat rendah serat seperti roti putih dengan alternatif yang lebih kaya serat, misalnya roti gandum utuh.

Tingkatkan konsumsi serat secara bertahap karena peningkatan yang terlalu cepat dapat menyebabkan gas dan perut kembung.

Jika kesulitan memenuhi kebutuhan serat dari makanan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai kemungkinan penggunaan suplemen serat.

(*)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved