Rabu, 10 Juni 2026

6 Tanda Kurang Tidur yang Diam-Diam Merusak Kinerja Otak

Kurang tidur dapat menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, sering melakukan kesalahan, serta kesulitan mengambil keputusan sederhana.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
KESEHATAN - Ilustrasi tidur diunduh dari situs bebas royalti Pexels. Kurang tidur dapat menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, sering melakukan kesalahan, serta kesulitan mengambil keputusan sederhana. 

Masalahnya, banyak orang terbiasa merasa lelah sehingga tidak menyadari penurunan kemampuan kognitif yang sedang terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami utang tidur kronis sering merasa dirinya baik-baik saja, padahal hasil tes objektif menunjukkan performa otak mereka terus menurun.

Jika berlangsung lama, dampaknya tidak hanya memengaruhi fungsi otak. Orang yang kurang tidur secara kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, penyakit jantung, dan kemungkinan juga penyakit neurodegeneratif.

Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Orang Dewasa?
Menurut rekomendasi para ahli tidur dan otoritas kesehatan Amerika Serikat, orang dewasa sebaiknya tidur setidaknya tujuh jam atau lebih setiap malam.

Alat pelacak tidur dapat membantu memantau durasi tidur. Selain itu, beberapa tanda berikut menunjukkan bahwa kualitas tidur Anda cukup baik:

  • Tertidur dalam waktu kurang dari 30 menit.
  • Tetap tertidur hampir sepanjang malam.
  • Merasa segar, waspada, dan berpikiran jernih dalam waktu 30 menit setelah bangun.

Sebaliknya, jika Anda bangun dengan seprai dan selimut berantakan atau masih merasa lesu lebih dari 30 menit setelah bangun dan minum kopi, kemungkinan kualitas tidur Anda belum optimal.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Kurang Tidur Mulai Memengaruhi Otak?

Jika gejala kognitif mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Dokter dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari masalah tersebut, karena gejala seperti sulit fokus, mudah lupa, atau kesulitan mengambil keputusan tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga bisa berkaitan dengan ADHD, depresi, gangguan tiroid, atau penyakit neurologis lainnya.

(*)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved