Kamis, 30 April 2026

Lestari Moerdijat: Pemikiran Bung Hatta Modal Penting Hadapi Tantangan Perekonomian Nasional

Prinsip ekonomi Bung Hatta, seperti koperasi dan keadilan sosial, masih relevan untuk menjawab tantangan ekonomi Indonesia saat ini.

Tayang:
Editor: Content Writer
dok. MPR RI
TANTANGAN EKONOMI NASIONAL - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya pemikiran Bung Hatta dalam menghadapi tantangan ekonomi Indonesia. 

Dalam bidang politik, tambah Usman, pemikiran Bung Hatta mengarah pada penerapan demokrasi kerakyatan dengan kedaulatan berada di tangan rakyat. 

Pada bidang sosial, misalnya pada pendidikan, tambah dia, pemikiran Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah memberdayakan rakyat yang puncaknya tentu adalah terwujudnya keadilan sosial. 

Sementara pada bidang ekonomi, ujar Usman, pemikiran Bung Hatta merujuk pada Pasal 33 UUD 1945 dan tentu saja koperasi. Bung Hatta mempelajari koperasi sampai negara-negara Skandinavia. 

Menurut Usman, pemikiran Bung Hatta memberi corak ke-Indonesia-an dengan religiusitas terutama keislaman. 

Baca juga: Lestari Moerdijat: Patriotisme Perempuan Harus Mampu Mendorong Kemajuan Bangsa

Sejumlah pemikiran Bung Hatta tersebut, ujar Usman, merupakan jalan tengah di antara komunisme dan liberalisme. 

"Pertanyaannya apakah negara kita saat ini sudah benar-benar mengimplementasikan pemikiran-pemikiran Bung Hatta?" ujarnya. 

Pada kesempatan itu wartawan senior Saur Hutabarat mengungkapkan Bung Hatta pada tingkat doktoral sempat pindah jurusan dari ekonomi ke Hukum Negara dan Hukum Administrasi. 

Sehingga, jelas Saur, bisa dimengerti jika Bung Hatta mendapat sebuah frasa kuat yang berbunyi 'Dikuasai oleh Negara.'

Selain itu, Bung Hatta adalah sosok ekonomis, hidup sederhana, menganjurkan rakyat menabung, dan tidak ngemplang utang. 

"Bung Hatta membayar utangnya ketika diberi pinjaman beasiswa sekolah di Belanda. Ketika pulang dari Belanda dia bayar itu utangnya," ujar Saur. 

Saur juga mengajak untuk meneliti Perkumpulan Banda Muda yang dikelola Bung Hatta saat diasingkan ke Banda Naira. 

Perkumpulan itu, jelas Saur, menginisiasi kegiatan olah raga, peminjaman buku, dan koperasi yang dapat memotong jalur distribusi hasil bumi ke tengkulak.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved