Kamis, 4 Juni 2026

Bambang Soesatyo Dorong Lingkungan Kerja di Laut Bebas Perundungan dan Pelecahan

Meurut Bamsoet, Pelecehan dan diskriminasi adalah isu yang nyata dan meluas dalam industri maritim baik di kapal maupun dialam operasi perikanan.

Tayang:
Editor: Content Writer
Istimewa
BAMSOET PEDULI PELAUT - Bambang Soesatyo menerima panitia Peringatan Hari Pelaut Sedunia 2025 yag turut dihadiri oleh Capt. Harry Buana Putra, ⁠Diandy Davino dan Muhammad Fajar Rahmanto. Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini, dinilai Bamsoet bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari realitas keras yang dihadapi banyak pelaut, terutama pelaut perempuan, dalam menjalankan tugas mereka di tengah samudra 

TRIBUNNEWS.COM -  Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendorong penuh langkah untuk menciptakan lingkungan kerja di laut yang bebas dari tindak perundungan dan pelecehan. Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana Peringatan Hari Pelaut Sedunia yang digelar pada 25 Juni 2025 mendatang di Jakarta.

Peringatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap para pelaut yang menjadi pilar utama dalam perdagangan internasional dan ekonomi global. Peringatan yang diadakan setiap tahun ini juga memiliki tujuan penting, yaitu mengakui kontribusi yang tidak ternilai dari para pelaut, sekaligus meningkatkan kesadaran akan tantangan yang mereka hadapi. 

"Tahun ini peringatan Hari Pelaut Sedunia mengusung tema 'My Harassment-Free Ship' atau 'Kapal Saya Bebas Perundungan'. sebuah seruan untuk menciptakan lingkungan kerja di laut yang bebas dari perundungan dan pelecehan. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari realitas keras yang dihadapi banyak pelaut, terutama pelaut perempuan, dalam menjalankan tugas mereka di tengah samudra," ujar Bamsoet saat menerima Panitia Peringatan Hari Pelaut Sedunia 2025 di Jakarta, Rabu (4/6/25).

Panitia Peringatan Hari Pelaut Sedunia 2025 hadir antara lain Capt. Harry Buana Putra, ⁠Diandy Davino dan Muhammad Fajar Rahmanto.

Baca juga: Apresiasi Wikinara Academy, Bamsoet: Pelatihan yang Bantu Member Kembangkan Bisnis

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, studi yang diterbitkan dalam jurnal Marine Policy mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen pelaut perempuan mengalami perundungan atau pelecehan di tempat kerja. Lebih lanjut, sekitar 17?ri mereka melaporkan mengalami pelecehan seksual, dan 1% kadet pernah mengalami kekerasan seksual selama berada di kapal. 

Situasi ini tidak hanya merugikan kesehatan mental dan fisik para pelaut tetapi juga dapat berpengaruh negatif terhadap keselamatan dan efisiensi operasi di laut. Ketika individu merasa terancam, fokus mereka pada pekerjaan menjadi teralihkan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas dan keselamatan keseluruhan di kapal.

"Pelecehan dan diskriminasi adalah isu yang nyata dan meluas dalam industri maritim. Baik di kapal kargo, kapal penumpang, maupun dalam operasi perikanan. Kasus-kasus pelecehan yang dilaporkan sering kali menunjukkan bahwa perempuan menjadi korban utama, namun laki-laki juga tidak kebal terhadap perudungan yang sama," kata Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, penting tindakan tegas dari industri maritim dalam menciptakan tempat kerja yang bebas dari pelecehan. Langkah yang dapat dilakukan antara lain, melakukan edukasi dan pelatihan bagi semua anggota kru mengenai pentingnya kesetaraan, perlakuan yang adil, dan bagaimana menanggapi tindakan pelecehan saat terjadi. 

"Di tingkat kapal, pengawasan dan penegakan aturan harus dilakukan secara ketat. Setiap kapal harus memiliki sistem laporan yang aman dan tanpa rasa takut untuk memberikan kesempatan bagi pelaut melaporkan pelecehan yang mereka alami," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, kesadaran akan pentingnya menciptakan ruang untuk mendengarkan suara pelaut juga perlu dicanangkan, dengan memberikan mereka ruang untuk berbagi pengalaman dan berbicara terbuka tentang tantangan yang dihadapi. Selain itu, pihak manajemen harus mengadopsi kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk tindakan pelecehan, serta menyediakan dukungan dan konseling bagi para korban yang berani melapor.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Bamsoet Ajak Rajut Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital

"Marilah kita berkomitmen untuk menjadikan lautan tidak hanya sebagai saluran perdagangan. Tetapi juga sebagai tempat di mana semua pelaut memiliki hak untuk bekerja bebas dari perundungan, dan mampu berkembang di lingkungan yang mendukung dan inklusif. Hanya dengan langkah ini kita dapat memastikan bahwa masa depan industri maritim tetap cerah dan penuh harapan," pungkas Bamsoet.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved