Senin, 27 April 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Setahun Prabowo-Gibran Pimpin Indonesia, Kepuasan Publik Melonjak, Energi Jadi Kuncinya

Survei Index Politica mencatat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran mencapai 83,5 persen di tahun pertama. 

|
Editor: Content Writer
Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
KINERJA PRABOWO–GIBRAN - Kepuasan Publik Capai 83,5 Persen, Sektor Energi Jadi Kunci Utama. 

TRIBUNNEWS.COM – Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 83,5 persen di tahun pertama masa jabatan mereka.

Angka ini dirilis lembaga Index Politica lewat survei nasional bertajuk “Satu Tahun Kinerja Presiden dan Menteri Kabinet Merah Putih” yang diumumkan di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Direktur Riset Index Politica, Fadhly Alimin Hasyim, menyebut sektor energi menjadi salah satu penopang utama citra positif pemerintahan. 

“Kementerian ESDM ini sangat vital. Banyak programnya belum terekspos tapi sangat menentukan APBN dan devisa negara,” ujar Fadhly kepada wartawan.

Survei dilakukan pada 1–10 Oktober 2025 terhadap 1.600 responden di 27 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebanyak 90,8 persen responden mengaku mengetahui aktivitas dan kebijakan Presiden prabowo lewat pemberitaan di media massa dan media sosial.

Fadhly menilai, program B40–B45 biodiesel dan revitalisasi sumur minyak tua menjadi dua program unggulan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah Menteri Bahlil Lahadalia yang paling berdampak positif.

“Program B40 bisa hemat Rp147 triliun, dan kalau naik jadi B45 bisa hemat Rp197 triliun. Dampaknya besar sekali bagi APBN,” jelasnya.

Ia menambahkan, program biodiesel juga sejalan dengan transisi energi bersih yang tengah digencarkan dunia.

Baca juga: Kementerian ESDM Buka Peluang Naikkan Kuota Impor BBM SPBU Swasta Pada 2026

“Program ini ramah lingkungan dan bisa kurangi impor minyak. Justru yang terganggu itu mafia migas,” tegas Fadhly.

Selain biodiesel, kebijakan revitalisasi sumur tua juga dinilai berhasil. Banyak masyarakat yang merasakan langsung manfaatnya.

“Selama ini sumur tua dianggap tak ekonomis, tapi sekarang justru kembali produktif. Dampaknya langsung ke masyarakat,” tambahnya.

Survei juga mencatat tujuh menteri paling dikenal publik, yakni: 

  1. Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D. – Menteri Keuangan, dengan program stimulus Rp200 triliun untuk bank Himbara dan BSI,
  2. Bahlil Lahadalia, M.Si. – Menteri ESDM, dengan program peningkatan lifting minyak dan Biodiesel 45,
  3. Jenderal (Purn) Sjafri Sjamsoedin – Menteri Pertahanan, dengan program transfer teknologi kapal selam Scorpene, drone, dan pesawat tempur,
  4. Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd. – Menteri Kemendugbangga/BKKBN, dengan program penurunan jumlahstunting balita,
  5. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.A. – Menteri PUPR, dengan program revitalisasi irigasi dan bendungan, 
  6. Dr. Amran Sulaiman – Menteri Pertanian, dengan program swasembada beras dan jagung,
  7. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. – Menteri Agama, dengan program penurunan biaya haji.

Menurut Fadhly, tingkat pengenalan publik terhadap para menteri ini menunjukkan komunikasi pemerintah yang cukup efektif.

“Sebanyak 87,5 persen masyarakat tahu aktivitas para menteri. Faktor terbesar penilaian publik adalah keberhasilan program dan pemberitaan positif di media,” katanya.

Index Politica menilai pemerintahan Prabowo–Gibran sejauh ini berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional.

"Tahun pertama ini jadi refleksi keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi, tapi konsistensi kebijakan tetap penting ke depan,” tutup Fadhly.

Baca juga: Menteri ESDM Dorong E10, Dinilai Sebagai Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi Nasional

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved