Minggu, 26 April 2026

Lestari Moerdijat Dorong Gerakan Pemuda dan Perempuan Jadi Penggerak Pembangunan Nasional

Lestari menegaskan gerakan pemuda dan perempuan merupakan sinergi dua kekuatan sosial yang berperan penting dalam merawat moral kebangsaan.

Editor: Content Writer
Istimewa
PEMBANGUNAN BANGSA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam Seminar Nasional bertema Generasi Muda dan Perempuan: Pilar Kebangsaan di Tengah Dinamika Demokrasi yang diselenggarakan Badan Koordinasi Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Tengah-DIY di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa gerakan pemuda dan perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak moral dan pembangunan bangsa. 
Ringkasan Berita:
  • Lestari Moerdijat menegaskan bahwa pemuda dan perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak moral dan pembangunan bangsa.
  • Rerie mengingatkan generasi muda agar memahami empat pilar kebangsaan sebagai pedoman bersikap di tengah dinamika demokrasi.
  • Ia berharap generasi muda, khususnya anggota Kohati, mampu menghadapi tantangan zaman dengan peningkatan kapasitas dan semangat persatuan.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menghadiri Seminar Nasional bertajuk “Generasi Muda dan Perempuan: Pilar Kebangsaan di Tengah Dinamika Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Tengah–DIY di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Lestari menegaskan bahwa gerakan pemuda dan perempuan merupakan sinergi dua kekuatan sosial yang berperan penting dalam merawat moral kebangsaan serta menjadi inisiator dalam proses pembangunan bangsa.

"Oktober adalah bulan dimana gerakan pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dan Kongres Perempuan yang diinisiasi Kowani pada 1928 mendorong terjadinya perubahan untuk mewujudkan kemerdekaan," ujar Lestari yang juga menyampaikan pendapatnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/10/2025).

Menurut Lestari, Konstitusi UUD 1945 menyatakan bahwa setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 

Baca juga: Hadapi Tantangan Zaman, Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Kebudayaan sebagai Perekat Bangsa

Termasuk, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, kesamaan hak dan kewajiban berperan aktif dalam proses pembangunan. 

Menurut Rerie, generasi muda dan perempuan harus mampu merealisasikan apa yang diamanatkan konstitusi. 

Berbagai tantangan dalam bentuk disinformasi, pragmatisme, ketidakpedulian, dan kesenjangan sosial, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, harus mampu dijawab dengan berbagai upaya peningkatan kapasitas intelektual dan keterampilan di berbagai bidang. 

Rerie sangat berharap, generasi muda, khususnya para anggota Kohati, mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi saat ini. 

Empat pilar kebangsaan, seperti Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, tegas Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, harus mampu dipahami untuk dijadikan dasar dalam bersikap di keseharian. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu meyakini bahwa generasi muda, khususnya para anggota Kohati, memiliki potensi besar untuk menggerakkan masyarakat dalam membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita bersama. (*)

Baca juga: Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Kapasitas Guru Lewat Pelatihan Coding di Kudus

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved