Sekolah Rakyat
Gus Ipul: Letkol Teddy Layak Jadi Komisi Etik dan Komando Pendamping PKH
Letkol Teddy diminta Gus Ipul menjadi Komisi Etik dan Komando Pendamping PKH. Ribuan pendamping sepakat dan beri dukungan.
TRIBUNNEWS.COM – Kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul selaku perwakilan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) meminta Letkol Teddy untuk menjadi Komisi Etik sekaligus Komando Pendamping PKH.
“Saya mohon kepada Seskab Letkol Teddy, selain menjadi Komisi Etik juga menjadi Komando pendamping PKH. Setuju semuanya?” ujar Gus Ipul yang langsung disambut teriakan setuju dari seluruh pendamping PKH yang hadir.
Gus Ipul menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 40 ribu pendamping PKH yang telah dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pendamping bekerja dengan integritas, disiplin, dan memastikan program kesejahteraan sosial benar-benar dirasakan masyarakat.
“Tugas kita membawa pesan dan program Presiden sampai ke rumah-rumah penerima manfaat,” tegasnya.
Baca juga: Letkol Teddy Puji Bakat Siswa Sekolah Rakyat di Tangerang Selatan
Gus Ipul menambahkan, para pendamping harus terus menjaga soliditas dan bekerja sesuai prosedur. Hingga kini, sebanyak 500 pendamping PKH telah diberi peringatan dan 49 orang diberhentikan melalui sidang Komisi Etik karena tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
Selain membahas etika kerja pendamping, Gus Ipul juga mengapresiasi kehadiran Letkol Teddy yang sejak awal ikut mendampingi dan mengawasi program Sekolah Rakyat, mulai dari perencanaan hingga pembinaan alumni.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tak hanya berfokus pada pendidikan siswa, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi keluarga mereka. “Anaknya lulus, keluarganya juga lulus jadi keluarga yang mandiri,” ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan, keluarga siswa penerima manfaat akan memperoleh bantuan sosial lengkap, keanggotaan PBI (Penerima Bantuan Iuran), akses koperasi desa, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan cek kesehatan gratis. Rumah mereka pun direnovasi agar lebih layak huni.
Ia menambahkan, saat ini sudah ada 35 siswa Sekolah Rakyat yang menerima beasiswa hingga 2028, dengan 7 di antaranya telah mendapat kepastian pekerjaan.
“Lulusan Sekolah Rakyat akan terus dikawal, baik yang ingin kuliah maupun bekerja,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Gus Ipul berpesan kepada para siswa agar tetap percaya diri dan menghormati orang tua serta guru.
“Siswa Sekolah Rakyat tidak boleh minder, apapun keadaan orang tuanya. Tetap sayangi orang tua dan hormati guru,” pesan Gus Ipul.
Baca juga: Doakan Presiden Prabowo, Gus Ipul: Suksesnya Presiden Adalah Suksesnya Bangsa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Letkol-Teddy-diminta-Gus-Ipul-menjadi-Komisi-Etik-dan-Komando-Pendamping-PKH.jpg)