Rabu, 22 April 2026

Kemnaker Kirim Relawan Ahli dan Bantuan ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Kemnaker mengirim 60 relawan ahli dan bantuan logistik untuk provinsi terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Editor: Content Writer
Dok. Kemnaker
RELAWAN AHLI - Menaker Yassierli melepas 60 relawan ahli untuk membantu korban banjir dan longsor. 

TRIBUNNEWS.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melepas 60 “Relawan Kemnaker Peduli” beserta sejumlah paket sembako untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pelepasan para relawan turut disaksikan Ketua Tim Relawan Penanggulangan Bencana, Sukro Muhab, di Lobby A Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Yassierli menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Kemnaker terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana di wilayah tersebut.

Baca juga: Pemerintah Kebut Perbaikan Sistem Kelistrikan di Daerah Terdampak Bencana

"Kita punya tenaga relawan yang siap bekerja, ini adalah daya, upaya kita dan komitmen kita kepada tindakan yang konkret. Harapan saya kepada relawan ini, jiwanya sudah siap berbagi, melayani dengan ikhlas," harap Yassierli kepada relawan Kemnaker.

Yassierli menyebut Relawan Kemnaker Peduli memiliki kemampuan khusus yang dapat langsung membantu masyarakat di lokasi bencana. "Mereka terdiri atas tenaga relawan kesehatan, relawan bengkel, serta relawan memasak," katanya.

Sementara Sukro Muhab yang juga Staf Khusus Menaker menambahkan bantuan untuk korban bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui tiga tahapan penting yakni emergency, recovery, dan rekonstruksi. "Kita akan memastikan bahwa seluruh korban yang terdampak harus sehat, tak kelaparan, dan tak mengalami trauma," ujarnya.

Sukro menegaskan tim Relawan Kemnaker Peduli akan membuka dapur umum, posko kesehatan, dan posko trauma healing yang dibantu oleh relawan-relawan bersertifikasi. "Lalu tahap recovery yang akan mendata apa saja barang dan arsip yang rusak. Masyarakat bisa menyerahkan barang mereka yang rusak seperti kulkas dan motor untuk diperbaiki oleh tim kita," kata Sukro.

Tahap terakhir adalah rekonstruksi yang bergerak untuk memperbaiki sarana prasarana UPT Kemnaker seperti perbaikan tembok di BBPVP Medan. "Bantuan akan diberikan dari pegawai, alumni, serta masjid. Rumah Zakat juga memberikan 5.000 kaleng makanan untuk para korban," ucap Sukro.

Sukro menjelaskan bantuan-bantuan fasilitas dan dana bagi korban bencana yang telah menelan lebih dari 800 orang meninggal dunia tersebut dibagi menjadi dua jalur kegiatan. Bantuan dari pegawai dan alumni dilakukan melalui Kemnaker Peduli, sementara bantuan dari masyarakat umum dapat dilakukan melalui masjid-masjid terdekat.

"Alhamdulillah, gerakan-gerakan penggalangan dana sudah kita lakukan kemudian ada beberapa barang yang kita kumpulkan dari pegawai meliputi pakaian serta makanan dan minuman siap saji," tuturnya.

Lebih lanjut, fasilitas bantuan yang diberikan oleh Kemnaker akan dikirim melalui Pelita Air secara gratis dan para relawan juga akan diberangkatkan dengan maskapai yang sama dengan tarif khusus.

Baca juga: BMKG Ungkap Bibit Siklon Tropis 91S, Curah Hujan Sumatera Berpotensi Naik

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved