Senin, 8 Juni 2026

Strategi Pemerintah Pacu Energi Bersih lewat Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai langkah strategis transisi menuju energi bersih.

Tayang:
Editor: Content Writer
dok. Kementerian ESDM
EKOSISTEM TRANSPORTASI LISTRIK - Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan pabrik perakitan bus listrik di Magelang sebagai upaya mempercepat elektrifikasi transportasi nasional. 

TRIBUNNEWS.COM - Tingginya konsumsi energi mendorong pemerintah untuk secara serius mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle) di tingkat nasional. 

Langkah strategis ini ditempuh melalui penguatan sektor industri, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberian berbagai insentif guna memperluas adopsi kendaraan listrik yang terintegrasi sekaligus memperkokoh kemandirian energi nasional. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa fokus upaya pemerintah adalah membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi agar implementasinya berjalan lebih luas dan efektif di lapangan.

"Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi. Dan ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menekan emisi," kata Bahlil usai mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik produksi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Dorong Efisiensi, Menteri Bahlil Lahadalia Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi Sehari-hari

Bahlil menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut agar sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

"Yang penting implementasinya bisa jalan di lapangan. Kita dorong terus supaya realisasinya sesuai target," ujarnya.

Dalam peresmian acara tersebut, Presiden Prabowo kembali menekankan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi negara yang ingin benar-benar merdeka. Ia menilai, transisi menuju energi bersih merupakan langkah strategis yang tidak dapat ditunda.

"Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, listrikifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon," tegas Prabowo.

Presiden Prabowo juga memberikan penekanan khusus bahwa sektor energi memiliki peran vital bagi eksistensi sebuah bangsa, setara dengan sektor pangan. Oleh karena itu, Indonesia diwajibkan mampu berdiri di atas kaki sendiri agar tetap tangguh dan berdaulat di tengah perubahan dinamika global yang terus berlangsung. 

Baca juga: Menteri ESDM Ikut Dampingi Prabowo ke Jepang, Dorong Kolaborasi Energi Bersih

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved