Film Darah Garuda Ajak Satukan Bangsa yang Bhinneka
Film "Darah Garuda"mengandung pesan heroik perjuangan para pendahulu dan sarat dengan makna sosial-moral bagi masyarakt Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film "Darah Garuda" yang digelar premier di Gedung PPHUI Kuningan, Jakarta, Kamis (19/8/2010) mengandung pesan heroik perjuangan para pendahulu dan sarat dengan makna sosial-moral bagi masyarakt Indonesia.
Film yang disutradarai Yadi Sugandi tersebut memperlihatkan semangat persatuan yang tumbuh dari berbagai elemen Indonesia yang bhinneka dari jenis usia, gender, agama, kelas sosial dan etnis yang berbeda. Demikian Yadi menunjukkan dalam press-screeening film Darah Garuda, yang diputar selama 2 jam, Kamis (19/8) sore.
Darius Sinathrya, Atiqah Hasiholan, dan Donny Alamsyah menjadi bintang dalam film tersebut. Hashim Djojohadikusumo, selaku produser eksekutif juga turut menambahkan bahwa bangsa Indonesia sekarang tetap harus bersatu.
"Dahulu, bangsa kita Indonesia bisa dijajah, karena kita tidak bersatu. Oleh karena itu, bangsa Indonesia sekarang harus bersatu, kalau tidak bisa dijajah lagi nanti," tandas Hashim.
Darah Garuda ini menceritakan tentang perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan melawan Belanda. Momennya sangat tepat, mengingat hari ini tidak jauh dari perayaan kemerdekaan RI ke-65, 17 Agustus 2010.
Bintang termuda dalam film ini Aldy Zulfikar yang masih belia juga turut berbicara. "Di film ini, digambarkan tidak semua orang berjuang untuk kepentingan bangsa.
Bahkan ada juga pihak-pihak tertentu, yang mau berkorban demi kepentingan asing. Oleh karena itu kepada bangsa Indonesia sekarang, jangan mau dikontrol dan menjual kepentingannya kepada bangsa asing," kata Aldy mengakhiri pembicaraan.
Uniknya, film ini turut dikerjakan oleh beberapa orang asing dalam timnya, satu diantaranya Rob Allen, sebagai co-director. (*)