Rabu, 6 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kesaksian WNI di Lebanon soal Serangan Mendadak Israel yang Tewaskan 254 Orang

Pertahanan Sipil Lebanon mengungkapkan serangan besar-besaran Israel menewaskan setidaknya 254 orang dan menimbulkan 1.165 korban luka.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hasanudin Aco
Anews/Tangkap Layar
Asap-asap dari peledakan rumah di Lebanon Selatan oleh Pasukan Israel di tengah perjanjian gencatan senjata yang berlangsung dengan Hizbullah. 

Ringkasan Berita:
  •  Serangan Israel terhadap Lebanon pada Rabu (8/4/2026) menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya, menurut dinas pertahanan sipil negara itu dikutip dari Reuters.
  • Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat penting dari kesepakatan Iran dengan AS.
  • Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk serangan mematikan Israel terhadap Lebanon

TRIBUNNEWS.COM, LEBANON - Militer Israel secara brutal meluncurkan serangan besar-besaran ke Lebanon sesaat setelah gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran berlaku pada Rabu (8/4/2026).

Pertahanan Sipil Lebanon mengungkapkan serangan besar-besaran Israel menewaskan setidaknya 254 orang dan menimbulkan 1.165 korban luka.

Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine mengatakan negaranya menghadapi eskalasi berbahaya karena Israel meluncurkan lebih dari 100 serangan udara dalam waktu kurang dari sehari.

"Ambulans masih mengantarkan korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi-organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," kata Nassereddine dikutip Al Jazeera.

Kesaksian WNI di Lebanon

Beirut, Ibu Kota Lebanon, termasuk yang diserang Israel.

Serangan udara Israel itu meninggalkan kepanikan yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh warga. 

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Beirut, Irfan Effendi,  mengungkapkan dirinya sempat berada di kota tersebut saat serangan terjadi. Ia kini telah meninggalkan Beirut demi keselamatan.

“Alhamdulillah saya aman bersama keluarga saya di sini. Kemarin ketika ada waktu serangan saya di Beirut, cuman untuk pagi ini saya sudah meninggalkan Beirut,” ujarnya dikutip dari Kompas.TV, Jumat (10/4/2026).

Irfan menjelaskan serangan kali ini berbeda dari pola sebelumnya. 

Biasanya militer Israel memberikan peringatan beberapa menit sebelum menyerang suatu lokasi.

Namun hal itu tidak terjadi dalam serangan terbaru.

“Biasanya pasukan Zionis ini ketika mereka mau menyerang, mereka seperti memberikan (informasi) ada tempat yang nanti akan diserang. Sekitar mungkin 10 menit sebelumnya atau 5 menit sebelumnya. Cuman untuk yang kemarin ini itu tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Baca juga: Nasib Trump dan Netanyahu Saat Ini, Dimakzulkan atau Penjara

PRAJURIT TNI GUGUR – Prosesi penyerahan tiga jenazah prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon berlangsung khidmat di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu malam (4/4/2026). Penyerahan ketiga jenazah kepada negara dipimpin langsung KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
PRAJURIT TNI GUGUR – Prosesi penyerahan tiga jenazah prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon berlangsung khidmat di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu malam (4/4/2026). Penyerahan ketiga jenazah kepada negara dipimpin langsung KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Serangan Israel hantam pusat kota

Akibatnya banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri. 

Serangan yang menghantam kawasan padat di pusat kota membuat jumlah korban meningkat.

Irfan menambahkan, selama ini serangan Israel umumnya menyasar wilayah selatan Beirut atau pinggiran kota yang dianggap sebagai basis Hezbollah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved