Kamis, 9 April 2026

Pilih Rumah Bertingkat atau Rumah Luas Tanpa Bertingkat?

Kini, kian sempitnya lahan di perkotaan, membuat banyak masyarakat mensiasati rumahnya agar tetap tampil luas dengan mengonsep rumah

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dahulu, di mana tanah-tanah masih cukup murah dan lahan-lahan kosong masih berserakan di jalanan Kota Medan, masyarakat masih mengidamkan rumah yang luas, tanpa pagar dan tidak berloteng.

Dari penuturan Koordinator Program Institut Perumahan Rakyat Indonesia, Miduk Hutabarat, beberapa waktu yang lalu, juga didapati bukti historis masyarakat Medan masih belum bisa meninggalkan kebiasaan beternak atau memelihara binatang, yang otomatis membutuhkan pekarangan luas.

Kini, kian sempitnya lahan di perkotaan, membuat banyak masyarakat mensiasati rumahnya agar tetap tampil luas dengan mengonsep rumah dengan tipe menjulang keatas atau lazim disebut vertikal (ruko), ketimbang membangun rumah horizontal yang notabene membutuhkan lahan lebih luas (horizontal).

"Kebutuhan konsumen memang berbeda-beda. Ada yang menginginkan rumah luas tanpa loteng, ada pula yang senang rumah kecil tapi bertingkat. Jadi tidak bisa kita klaim masyarakat lebih senang rumah yang seperti apa," ujar Marketing Executive Premiere Property, Rizky Bambang, kepada Tribun Medan, Rabu (14/12/2011).

Menurut Rizky, karakteristik masyarakat yang senang rumah luas tanpa loteng dan berpekarangan lebar, masih didominasi oleh kalangan mapan yang biasa hidup di pinggiran kota. Pekarangan dan rumah yang luas, dijadikan tempat untuk bercengkrama dengan keluarga dan melakukan aktivitas seperti membuka usaha.

Berbeda dengan kalangan muda atau produktif, yang umumnya senang tinggal di inti kota. Kecenderungan kelompok masyarakat ini dominan senang rumah yang simpel dan bertingkat.

"Kami mencoba memadukan kedua karakter masyarakat tadi dengan menghadirkan perumahan Astoria Setia Budi Residence. Konsep rumah yang luas terintegrasi utuh dengan rumah bertingkat hadir dengan atap beton cor tanpa penutup. Simpel dan megah tergabung dalam satu kesatuan," ujarnya.

Proyek perumahan yang beralamat Jalan Pasar II/Pertambangan Setia Budi, Medan, tadi sengaja dibangun dengan atap cor. Artinya masyarakat yang senang dengan keleluasaan atau rumah yang luas bisa melakukan pembangunan kembali. Berbeda dengan rumah kebanyakan, di mana atapnya bersifat genteng, yang bila dibangun harus membutuhkan waktu melakukan pengecoran.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved