5 Populer Regional: Sosok Haji Her yang Dipanggil KPK - Kepala Samsat Soekarno-Hatta Dinonaktifkan
Haji Her dipanggil KPK terkait mafia cukai rokok ilegal, sementara Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan usai polemik aturan pajak kendaraan.
Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Haji Her (Khairul Umam), dikenal sebagai Crazy Rich Madura, dipanggil KPK terkait dugaan korupsi dan suap dalam mafia cukai rokok ilegal di DJBC Kementerian Keuangan.
- Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung, Ida Hamidah, dinonaktifkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah polemik kebijakan penghapusan syarat KTP pemilik pertama saat pembayaran pajak kendaraan.
TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari sosok Haji Her yang dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pemanggilan ini terkait kasus kasus dugaan korupsi dan suap dalam praktik mafia cukai rokok ilegal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Selama ini, pria bernama asli Khairul Umam itu dikenal sebagai Crazy Rich asal Pulau Madura, Jawa Timur.
Kemudian ada duduk perkara Kepala Samsat Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Bandung, Ida Hamidah yang dinonaktifkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Semua bermula dari penghapusan kewajiban membawa KTP pemilik pertama saat membayar pajak kendaraan bermotor tahunan di Samsat.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:
1. Sosok Haji Her, Crazy Rich Madura Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Cukai Rokok Ilegal, Bos Tembakau
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil bos tembakau asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Khairul Umam atau dikenal sebagai Haji Her.
Haji Her dipanggil untuk pendalaman penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap dalam praktik mafia cukai rokok ilegal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto membenarkan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada Haji Her.
Namun, pria yang dijuluki Crazy Rich Madura itu tidak memenuhi panggilan pertama penyidik KPK.
“Yang benar bahwa sudah ada panggilan. Namun jika yang bersangkutan tidak hadir, tentu penyidik akan mempertimbangkan langkah selanjutnya, apakah dilakukan pemanggilan ulang atau penjadwalan kembali. Kita tunggu saja,” ujar Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Lantas siapakah sosok Haji Her?
Melansir TribunJatim.com, Haji Her dikenal sebagai Crazy Rich Madura.
Dia merupakan pengusaha tembakau asal Pamekasan.
Dalam perkara ini, Haji Her dipanggil atas kapasitasnya sebagai pemilik PT Bawang Mas Group, perusahaan tembakau yang berbasis di Pamekasan, Madura.