Jumat, 10 April 2026

Paparan Timbal pada Anak Sering Tak Terlihat, Dampaknya Bisa ke Otak hingga Perilaku

Timbal sangat beracun, terutama bagi anak-anak, dan tidak ada batas aman paparan—bahkan kadar rendah bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Tribunnews.com/Irwan Rismawan
POLUSI UDARA - Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta diselimuti asap polusi udara, Selasa (20/6/2023). Banyak orang tua mungkin tidak menyadari bahwa ancaman kesehatan pada anak tidak selalu datang dari penyakit yang terlihat. Ada paparan lingkungan yang masuk perlahan tanpa gejala, salah satunya adalah timbal. Paparan timbal bisa berasal dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti cat yang mengelupas, pipa air yang sudah tua, hingga polusi udara. 

Ringkasan Berita:
  • Banyak orang tua mungkin tidak menyadari bahwa ancaman kesehatan pada anak tidak selalu datang dari penyakit yang terlihat.
  • Paparan timbal bisa berasal dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti cat yang mengelupas, pipa air yang sudah tua, hingga polusi udara.
  • Timbal sangat beracun, terutama bagi anak-anak, dan tidak ada batas aman paparan—bahkan kadar rendah bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua mungkin tidak menyadari bahwa ancaman kesehatan pada anak tidak selalu datang dari penyakit yang terlihat.

Ada paparan lingkungan yang masuk perlahan tanpa gejala, salah satunya adalah timbal. 

Baca juga: Cegah Risiko Kesehatan, Arsitek Sarankan Masyarakat Tak Gunakan Material Berbahan Timbal

Timbal merupakan logam berat yang bisa berdampak serius pada tumbuh kembang anak.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR dr. Irene Yuniar, Sp.A, Subsp ETIA(K) menjelaskan, paparan timbal bisa masuk ke tubuh anak melalui berbagai jalur, mulai dari udara, makanan, hingga sentuhan sehari-hari.

Baca juga: MBG Versi China Bikin 200 Siswa TK Keracunan Timbal, Pejabat Lokal Disuap Investor demi Tutupi Kasus

Masalahnya, partikel timbal ini tidak terlihat, sehingga sering tidak disadari keberadaannya.

“Karena dia sangat rentan. Anak itu dengan daya tahan tubuhnya nggak mampu lawan infeksi atau zat-zat lainnya,” ujarnya pada diskusi media di Balai Budaja di Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). 

Kerentanan ini membuat anak jauh lebih berisiko dibanding orang dewasa. 

Organ tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan, sehingga belum mampu memproses atau menetralisir zat berbahaya secara optimal.

Tidak hanya itu, ukuran tubuh anak yang lebih kecil serta sistem detoksifikasi yang belum matang membuat zat berbahaya lebih mudah berdampak.

Paparan timbal bisa berasal dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti cat yang mengelupas, pipa air yang sudah tua, hingga polusi udara.

Bahkan, mainan anak yang catnya terkelupas juga bisa menjadi sumber paparan jika tidak memenuhi standar keamanan.

Paparan timbal adalah kondisi ketika tubuh terkontaminasi logam berat timbal (Pb) dari lingkungan, makanan, air, atau udara.

Timbal sangat beracun, terutama bagi anak-anak, dan tidak ada batas aman paparan—bahkan kadar rendah bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Dalam beberapa kasus, paparan ini juga bisa terjadi secara tidak langsung dari orang tua. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved