Kisah Pak Bondan Blusukan Cicipi Masakan Nusantara
Bondan Winarno mencari tempat makan yang terkenal sejak jaman dulu atau tempat makan baru yang menyajikan hidangan nusantara.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agustina N.R
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warisan sebuah bangsa tidak hanya berupa bangunan, barang, maupun ritual. Tetapi kuliner pun dapat dikatakan sebagai warisan budaya.
Salah satu orang yang sangat peduli dengan keberlangsungan kuliner nusantara adalah Bondan Winarno. Sebagai pengamat sekaligus host di acara kuliner, Bondan mencari tempat makan yang terkenal sejak jaman dulu atau tempat makan baru yang menyajikan hidangan nusantara.
"Sebelum ada Jokowi blusukan, saya sudah blusukan, ke pasar atau jalanan untuk menampilkan jajanan nusantara. Sampai saya suka dipanggil pak Bango," cerita Bondan, ketika menghadiri Syukuran 85 Tahun Bango.
Salah satu penggagas Festival Jajanan Bangon (FJB) ini mengaku banyak perubahan di masyarakat, ketika membawakan acara kuliner, terutama yang mengangkat kuliner nusantara.
"Di Surabaya, saya naik taksi, sopir taksinya nggak kenal saya, pas saya tanya dia, ternyata di langsung mengerem mobil, dan bilang 'Anda pak Bango?', lalu kita ngobrol sebentar," lanjut Bondan.
Menurut cerita Bondan, sang sopir berkisah bahwa ia malu makan di pinggir jalan. Ia juga bertanya kenapa Bondan tak malu melakukannya. Bondan menjawab, "Kenapa harus malu? Makanan pinggir jalan itu enak. Tapi saya tidak menyangka, suara jelek saya ini ternyata dikenali orang, tanpa orang tersebut melihat ke wajah saya."
Pengalaman lainnya, ia pernah ditelepon pemilik warung lontong kikil. Si pemilik berkata, "Pak, pak warung saya mau rubuh di serbu pengunjung".
"Warungnya banyak dikunjungi, setelah tim Bango ke warungnya yang kecil," Bondan berkisah.
Dalam kesempatan yang sama, FJB 2013 akan segera digelar dalam waktu dekat. Event kuliner akbar tahun ini, Bango memilih 10 ragam makanan tradisional yang legendaris dari penjaja makanan legendaris pula. FJB akan memuaskan selera para pecinta kuliner Nusantara di Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan Semarang dengan tema "Legenda Kuliner Nusantara".
"Agar masyaralat mencintai warisan kuliner, kita punya mobile app, Facebook, Twitter, Youtube, dan website dengan nama Warisan Kuliner," kata Marieska Widhiana, Senior Brand Manager Bango.
Untuk aplikasi mobile sudah tersedia dalam platform Android, iOS, dan BlackBerry dan dapat diundurh secara gratis. Menu yang tersedia dalam aplikasi tersebut antara lain resep, direktori kuliner, serta kuliner terdekat di sekitar kita berada.
"Unilever harusnya membuat kampung kuliner seperti di Singapura. Tak hanya jualan Bango, tapi jualan kuliner Indonesia," Bondan mencetuskan idenya.