Ini Manfaat Besar dari Main Hujan-hujanan yang Jarang Diketahui Orang
Setelah melewati sekian lama musim kemarau dan bencana kabut asap, akhirnya beberapa hari terakhir hujan mulai turun.
TRIBUNNEWS.COM - Setelah melewati sekian lama musim kemarau dan bencana kabut asap, akhirnya beberapa hari terakhir hujan mulai turun. Suatu pertanda kalau musim hujan sudah dimulai.
Namun bukan soal datangnya musim hujan yang akan berpotensi menimbulkan bencana banjir, yang akan dibahas kali ini.
Melainkan, soal permasalahan yang lebih ringan, menyenangkan tapi mendalam, yakni bermain hujan-hujanan, apakah bermanfaat atau justru menyebabkan penyakit, seperti yang kerap kita dengar selama ini.
Ustadz Budi Ashari Lc, seperti dikutip dari parentingnabawiyah.com, malah mengajak siapapun untuk bermain hujan-hujanan.
"Pasti yang paling senang anak-anak kita. Ayo nak, hujan-hujanan....," ujarnya.
Dikatakan, karena hal ini bukan sekadar sebuah kesenangan bermain dengan rintik dari langit yang memang sangat menyenangkan.
Juga bukan sekadar penelitian ilmiah tentang manfaat hujan, yang baru hangat dibahas hari-hari ini.
Namun, hal ‘sepele’ ini perlu dibahas karena anak-anak pasti senang hujan-hujanan.
Sementara para orangtua hari ini cenderung berkata: jangan, nanti sakit, nanti masuk angin, nanti demam, nanti pilek, dan seterusnya.
Apakah itu konsep parenting yang benar?
Dengarkan kisah Anas bin Malik radhiallahu anhu berikut ini:
ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺲٌ : ﺃَﺻَﺎﺑَﻨَﺎ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣَﻄَﺮٌ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺤَﺴَﺮَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺛَﻮْﺑَﻪُ، ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺻَﺎﺑَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻄَﺮِ، ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻟِﻢَ ﺻَﻨَﻌْﺖَ ﻫَﺬَﺍ؟ ﻗَﺎﻝَ : « ﻟِﺄَﻧَّﻪُ ﺣَﺪِﻳﺚُ ﻋَﻬْﺪٍ ﺑِﺮَﺑِّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ »
Anas berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?
Beliau menjawab, “Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.” (HR. Muslim)
An Nawawi menjelaskan hadits ini,
“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya.
Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat-, agar terkena hujan.” (Al Minhaj)
Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mandi-hujan_20151123_211311.jpg)