Waspada Mikroplastik pada Anak, Dokter Ungkap Cara Pencegahannya
Meski mikroplastik belum terbukti sebagai penyebab langsung penyakit, langkah pencegahan tetap harus dilakukan.
Ringkasan Berita:
- Langkah paling sederhana mengurangi paparan mikroplastik adalah mengurangi penggunaan mainan berbahan plastik
- Kebersihan lingkungan juga tidak kalah penting. Lantai, mainan, dan area bermain anak perlu dibersihkan secara rutin
- Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko paparan mikroplastik sekaligus mencegah infeksi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Paparan mikroplastik pada anak memang sulit dihindari sepenuhnya. Namun, orang tua tetap bisa melakukan berbagai langkah untuk meminimalkan risikonya.
Dokter Spesialis Anak Konsultan, Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K), menekankan pentingnya pencegahan sejak dini.
Langkah paling sederhana adalah mengurangi penggunaan mainan berbahan plastik. Sebagai gantinya, orang tua bisa memilih bahan yang lebih aman.
“Kalau bisa orang tua tinggalilah bahan-bahan yang mainannya yang berasal dari plastik. Atau yang ada kandungan plastik bisa pilih yang lain misalnya bahan dari kayu atau bahan dari stainless steel,” jelasnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan di akun instagram Kementerian Kesehatan, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Mikroplastik Bisa Ganggu Organ Anak, dari Paru hingga Hati, Ini Dampak yang Mulai Terungkap
Namun, pemilihan bahan juga harus tetap memperhatikan keamanan, seperti menghindari benda yang mudah pecah.
Kebiasaan memasukkan benda ke mulut sebenarnya bagian dari fase perkembangan anak. Namun, orang tua tetap perlu mengarahkannya agar tidak berlebihan.
“Ajaklah anak bermain temani dia bermain sehingga dia tidak fokus untuk memasukkan tangannya ke mulut,” ujar dr. Lanang.
Pendampingan aktif menjadi kunci penting dalam fase ini.
Selain memilih mainan, kebersihan lingkungan juga tidak kalah penting. Lantai, mainan, dan area bermain anak perlu dibersihkan secara rutin.
“Tempat bermainnya bersih tempat bermainnya aman anak menjadi amanlah seperti itu,” imbuhnya.
Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko paparan mikroplastik sekaligus mencegah infeksi.
Edukasi Sejak Dini
Untuk anak yang lebih besar, edukasi menjadi langkah penting. Anak perlu diberi pemahaman tentang bahaya memasukkan benda ke mulut. Sementara untuk bayi, peran orang tua menjadi penentu utama.
Lebih lanjut dr. Lanang menegaskan bahwa meski mikroplastik belum terbukti sebagai penyebab langsung penyakit, langkah pencegahan tetap harus dilakukan.
“Konsep penyakit kan mencegahkan lebih baik dibandingkan mengobati,” tegasnya.
Dengan kombinasi pemilihan alat yang tepat, kebersihan, dan edukasi, risiko paparan mikroplastik pada anak bisa ditekan.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-anak565.jpg)