Breaking News:

Ramadan 2020

Gangguan Kesehatan Akibat Makan Berlebihan Saat Buka Puasa

Buka puasa bagi sebagian orang jadi sarana balas dendam untuk mengatasi rasa lapar dengan menyantap banyak makanan.

net
Ilustrasi makan banyak 

TRIBUNNEWS.COM - Buka puasa di Bulan Ramadan bagi sebagian orang jadi sarana balas dendam untuk mengatasi rasa lapar. Biasanya menyantap banyak makanan.

Namun, kebiasaan makan berlebihan saat buka puasa ini bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan.

Beberapa jam menjelang buka puasa, banyak makanan yang mungkin muncul dan menggoda untuk menu berbuka, mulai dari kolak, gorengan, lontong, ditambah es buah dan teh manis yang menggugah selera.

Semua ingin kita lahap ketika beduk magrib berbunyi. Namun, ada baiknya kita tidak menuruti hawa nafsu tersebut.

Baca: Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa, Bagaimana Meminimalisir Mudaratnya?

Sebabnya, lambung tidak akan sanggup menampung semuanya sekaligus.

Lagi pula, makan berlebihan saat buka puasa bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Apa sajakah?

Rasa begah (tidak nyaman di perut)

Ketika kita mengonsumsi makanan dua kali lipat atau lebih dari biasanya, lambung akan mengembang seperti balon.

Sebagai akibatnya, perut bisa terasa begah atau tidak nyaman karena menjadi melar melebihi kapasitas normalnya.

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved