Breaking News:

Ketika Standar Kecantikan Tidak Lagi Diukur dari Kulit Putih, Rambut Panjang, dan Badan Langsing

Stigma dan perspektif tersebut sangat berpengaruh kepada rasa percaya diri.

freepik.com/topntp26
Ilustrasi kecantikan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Definisi kata dan perspektif sebuah “kecantikan” yang seharusnya menjadi identitas yang melekat bagi setiap wanita, selama ini justru berputar balik menjadi sebuah stigma dan ancaman permanen secara psikologis kepada hampir setiap wanita Indonesia.

Definsi kecantikan seorang wanita dipahami sebagian besar masyarakat adalah seorang wanita berkulit putih, berambut panjang dan berbadan langsing.

Stigma dan perspektif tersebut tidak hanya berakibat kepada cara pandang masyarakat tentang arti dari sebuah kecantikan tetapi sangat berpengaruh kepada rasa percaya diri dari wanita Indonesia.

Baca: Konsultasi Kecantikan dan Pembelian Skincare Via Online Makin Laris di Masa Pandemi

Pada kenyataannya, dengan keragaman, keunikan serta pesona wanita Indonesia yang tersebar dari sabang sampai merauke tidaklah tepat stigma dan perspektif sempit tersebut menjadi alat ukur kecantikan bagi wanita Indonesia.

"Kunci utama kecantikan wanita Indonesia yang sempat hilang dan terlupakan karena stigma dan perspektif yang salah menyebabkan wanita Indonesia menjadi “insecure” dan tidak percaya diri dengan pesona dirinya sendiri," kata dr. Ella Gunawan selaku Founder & CEO dari Ella Skin Care

Di sisi lain dengan peran ganda maupun peran tunggal wanita Indonesia sebagai profesional dan sebagai ibu rumah tangga mengharuskan wanita Indonesia mempunyai tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai seorang profesional maupun kewajiban domestik di dalam rumah.

Baca: Startup Kecantikan Ini dapat Pendanaan Baru Senilai 58 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi

Menurut dia, tingkat kepercayaan diri wanita Indonesia bisa dramatis terjun bebas ke titik terendah biasanya terjadi ketika seorang wanita mulai membandingkan dirinya dengan wanita lain.

Ini terjadi karena stigma dan perspektif yang sudah sangat mengakar di tengah-tengah masyarakat sebagai sebuah ukuran kecantikan.

“Kunci utama kecantikan seorang wanita justru bukan karena cara pandang orang lain kepada kita, tetapi bagaimana kita memandang dan mengenal diri kita sendiri dengan semua pesona unik yang kita miliki yang tidak dimiliki wanita lain,” kata Ella Gunawan saat webinar yang menandai peluncuran program mengenai #CantikVersiKamu, Rabu (8/7/2020).

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved