Breaking News:

Liputan Khusus

Cendol Elizabeth Marak Dijual Di Jalanan, Warga Banyak Pilihan

Di bulan Ramadan ini banyak warga menjual es Cendol Elizabeth. Warga pun banyak pilihan. Ada juga yang langsung beli ke pusatnya.

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah pedagang menawarkan cendol Elizabeth kepada pengendara bermotor yang melintas di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung. Para pedagang cendol yang biasa berjualan menggunakan roda, memasuki Ramadan mereka lebih memilih menjual dagangannya dengan cara diasongkan langsung ke pengendara bermotor yang melintas. Cari ini mereka nilai lebih efektif, dagangnya cepat terjual habis. Minuman untuk berbuka puasa itu, dijual seharga Rp 15.000 per kantung plastik yang berisi cendol, gula aren cair, dan santan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

 
Laporan Reporter Tribun Jabar Kemal Setia Permana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - JALAN Oto Iskandardinata, pada Ramadan kali ini lebih semarak dari tahun sebelumnya.

Meski pandemi Covid-19 belum mereda, penjual pedagang kaki lima berjajar di jalan yang menghubungkan Gedung Pakuan dengan Lapangan Tegallega itu.

Di antara para penjual tersebut terselip juga beberapa roda yang menjajakkan Cendol Elizabeth.

Berbagai cara mereka lakukan untuk menawarkan jualannya. Setiap kendaraan yang lewat di jalan tersebut tak luput dari perhatian mereka.

Namun, tidak semua pelanggan Cendol Elizabeth membelinya dari para penjual kaki lima.

Neneng Komariah (36) misalnya. Dia lebih memilih untuk membelinya di pusat penjualan resmi di Inhoftank.

Neneng lebih memilih membeli langsung di pusatnya karena harganya lebih murah. Dan, dia pun mengaku membelinya dalam jumlah banyak.

"Ini untuk berbuka puasa di kantor, gak terlalu banyak sih karena sebagian harus WFH (work from home, Red)," ujar Neneng yang ditemani seorang rekan sekantornya.

Menurut Dewi Kania Anjani (27) warga Inggit Ganarsih, dia selalu membeli cendol langung ke gerai Elizabeth di Inhoftank  jika membelinya dalam jumlah cukup banyak.

"Saya keluarganya banyak, jadi kalau beli eceran di pinggir jalan agak mahal, dan harus antre siang-siang, panas, kalau sore, kan, saya banyak kesibukan persiapan buka di rumah juga, jadi langsung ke sini aja lebih adem dan nyaman," katanya.  (kemal setia permana)

Baca juga: Cendol Elizabeth, Minuman Legendaris Asal Bandung yang Mendunia, Semula Gerobak kini Toko

Editor: cecep burdansyah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved