Peduli Lingkungan Tak Kenal Status Sosial, Kisah Seorang Jurnalis Penggagas Bank Sampah
Karena perumahan tempat tinggalnya kerap banjir yang dipenuhi sampah, Komarudin Bagja menggagas bank sampah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Willem Jonata
Jumlah nasabah Bank Salih ada 90 orang, terdiri dari 50 nasabah berasal dari warga RT 01 dan 40 nasabah merupakan orang di luar perumahan.
Bagja menceritakan, setiap nasabah bisa langsung merasakan manfaat dari menabung sampah ini.
Tabungan sampah dicatat dibuku serta tercantum di aplikasi perumahan warga RT 01 yang telah dikonversikan ke uang digital.
Warga bisa menggunakannya untuk membeli token listrik, logam mulia atau menerima uang dalam cash ketika saldonya minimal Rp. 100.000.
"Bagi warga yang ingin menabung dalam bentuk lain, kita sediakan logam mulia mini gold 0,0001 gram seharga Rp 45.000. Di dalam aplikasi itu warga bisa memilih untuk memanfaatkan uang tabungan sampahnya," ungkap Bagja.
Sampah yang terkumpul akan dijemput oleh pengepul setiap dua minggu sekali.
Soal kesadaran menjaga lingkungan, diharapkan tidak hanya orang dewasa saja melainkan anak-anak juga turut termotivasi dengan menggagas bank sampah junior.
Dirinya mengaku senang menjalani kegiatan pengumpulan sampah ini. Ke depan, ia dan warga mulai merencanakan budidaya maggot untuk sampah organik.
Seorang warga, Santani (51) ditunjuk untuk bertanggungjawab dalam mengurus detail jual beli sampah plastik dari warga.
Ia mengatakan, walaupun masih dalam lingkup kecil gerakan ini diharapkan terus berlanjut.
"Sampai warga sadar bahwa dengan menjaga lingkungan maka lingkungan akan menjaga kita," ungkap Santani.
Santani yang sehari-hari berprofesi sebagai penjahit dan pengemudi ojek online ini, tidak merasa terbebani dalam mengurus Bank Salih.
Selama setahun ini, Bank Salih telah mengumpulkan 1,5 ton sampah berupa kardus.
Dengan rata-rata setiap minggu berupa 30 kg sampah botol minuman plastik dan sampah lain seberat 60-80 kg.
Adapun untuk harga jual ke warga berbeda-beda. Untuk satu kg kardus kini dihargai Rp1.300.
Pegadaian Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui FORSEPSI Green Leadership Summit 2024 |
![]() |
---|
Gandeng Kelompok Wanita Tani, Bank Mandiri Ubah Sampah Organik Jadi Sumber Daya Bernilai |
![]() |
---|
Masyarakat Diajak Melakukan Pemilahan Sampah Karena Berdampak Terhadap Kesehatan dan Ekonomi |
![]() |
---|
Tingkatkan Ekonomi, Warga Mekarsari Tangerang Dapat Pelatihan Bank Sampah dan Budidaya Sirih |
![]() |
---|
Pegadaian dan Persit KCK PCBS Kopassus Kolaborasi Luncurkan Program Bank Sampah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.