Senin, 1 September 2025

Merawat Kulit Tak Cukup dari Skincare Saja, Kualitas Air Juga Perlu Diperhatikan

Air keran yang digunakan sehari-hari dapat mengandung berbagai zat yang berpotensi merusak kulit, seperti klorin, logam berat, sedimen, mikropolutan

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
Shutterstock
ILUSTRASI CUCI MUKA -  Sejumlah dermatolog  mengungkapkan bahwa air keran yang digunakan sehari-hari dapat mengandung berbagai zat yang berpotensi merusak kulit, seperti klorin, logam berat, sedimen, dan mikropolutan lainnya. Fenomena ini turut mendorong tren baru dalam rutinitas perawatan kulit, yakni penggunaan penyaring air wajah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang rela mengeluarkan biaya besar membeli skincare premium atau menjalani perawatan di klinik kecantikan.

Namun, satu aspek penting sering kali terlewat: kualitas air yang digunakan untuk mencuci wajah.

Sejumlah dermatolog internasional mengungkapkan bahwa air keran yang digunakan sehari-hari dapat mengandung berbagai zat yang berpotensi merusak kulit, seperti klorin, logam berat, sedimen, dan mikropolutan lainnya.

Baca juga: Berniat Datangi Klinik Kecantikan, Barbie Kumalasari Bantah Ikuti Jejak Lisa Mariana Lakukan Operasi

Fenomena ini turut mendorong tren baru dalam rutinitas perawatan kulit, yakni penggunaan penyaring air wajah (facial water filter) yang kini mulai dilirik, terutama di negara-negara dengan standar perawatan kulit tinggi seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Dermatolog asal New York, Dr. Dennis Gross, menjelaskan bahwa air yang mengandung kadar mineral tinggi seperti kalsium dan magnesium—dapat menumpuk di permukaan kulit dan membuat kulit tampak kusam serta terasa kering.

“Mineral dari air keras bisa mengganggu keseimbangan kulit. Filter air wajah dapat membantu mengurangi iritasi dan memperbaiki tekstur kulit,” ujar Dr. Gross.

Selain itu, penumpukan mineral berlebih bisa menyumbat pori-pori dan merusak fungsi pelindung alami kulit (skin barrier).

Hal senada disampaikan oleh Dr. Whitney Bowe, dermatolog dan penulis The Beauty of Dirty Skin. 

Ia menyebut bahwa bahan kimia dalam air juga bisa mengganggu mikrobioma kulit, yaitu koloni bakteri baik yang berperan melindungi kulit dari infeksi dan inflamasi.

Baca juga: Glowing Bareng Bumi: 5 Tips Zero Waste Beauty Skincare yang Wajib Dicoba

“Keseimbangan mikrobioma sangat penting bagi kesehatan kulit. Filter air dapat membantu menjaganya tetap stabil,” jelasnya.

Di tengah tren perawatan kulit yang semakin berkembang, perhatian terhadap kualitas air mulai menjadi sorotan. 

Banyak pengguna skincare tidak menyadari bahwa air keran yang digunakan sehari-hari bisa membawa zat-zat yang berdampak negatif, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Esa Mbouw, Product Specialist Filterbaby,  salah satu produsen filter air wajah, mengungkapkan bahwa air di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, masih mengandung klorin, logam berat, dan sisa-sisa bahan kimia rumah tangga.

“Paparan zat tersebut secara terus-menerus bisa memicu jerawat, iritasi, atau membuat kulit semakin kering dan kusam,” ujarnya.

Baca juga: Luna Maya Pamer Seserahan Mewah dari Maxime Bouttier, Skincare hingga Tas Hermes

Mengutip Laporan Kualitas Air Sungai Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta 2023, sebagian besar air sungai di ibu kota tergolong cemar berat, dengan kandungan bakteri E. coli, logam berat, dan residu deterjen.

Halaman
12

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan