Rabu, 13 Mei 2026

Kreator Siapkan Konten Ramah Anak untuk Pendengar yang Kini Berkeluarga

Pendengar tumbuh jadi orang tua, hiburan pun ikut berubah. Kreator siapkan konten aman agar anak-anak bisa ikut tertawa tanpa risiko.

Tayang:
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
KONTEN RAMAH ANAK — (kiri ke kanan) Randhika Djamil, Patra Gumala, dan Diaz Danar yang tergabung dalam Podcast Ancur berpose di depan ilustrasi karakter Pasukan Hampa Udara, dalam gelaran Indo Comic Con, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2025). Ketiga kreator tengah menyiapkan konten animasi agar cerita mereka bisa dinikmati bersama anak-anak secara aman dan bertanggung jawab. 

Ringkasan Berita:
  • Pendengar tumbuh jadi orang tua, konten pun ikut bertransformasi.
  • Cerita audio sci-fi dialihkan ke animasi agar aman untuk anak.
  • Kreator sadar hiburan kini harus bisa dinikmati lintas generasi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — “Anak gue aja sekarang udah nontonin podcast gue,” ujar komika Patra Gumala sambil tertawa.

Di balik kelakar itu, tersimpan kesadaran baru: hiburan digital tak lagi hanya soal lucu-lucuan. Ia kini menyentuh ruang keluarga, tempat anak-anak ikut menyimak, tertawa, dan bertanya.

Trio kreator yang dikenal lewat kanal audio digital Podcast Ancur—Diaz Danar, Patra Gumala, dan Randhika Djamil—tengah menyiapkan karya baru bertajuk Pasukan Hampa Udara Animasi.

Proyek ini merupakan pengembangan dari cerita audio bergenre fiksi ilmiah yang sebelumnya tayang di Spotify. Kini, cerita itu dialihkan ke format visual agar bisa dinikmati bersama anak-anak.

“Pendengar kita tumbuh bareng sama kita, dan banyak yang sekarang udah punya anak kecil. Jadi, karya kita juga pengin bisa ditonton bareng keluarga,” kata Diaz Danar saat ditemui di Indo Comic Con, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2025).

Randhika menambahkan, mereka ingin tetap absurd dan lucu seperti gaya khas mereka, tapi dengan batasan yang lebih bertanggung jawab.

“Market keluarga tuh gede banget potensinya. Jadi kita pengin bikin sesuatu yang bisa dinikmatin bareng-bareng, tetap lucu tapi aman buat anak-anak,” ujarnya.

Proyek ini digarap bersama studio animasi lokal VISI8, yang melihat potensi besar dari cerita Pasukan Hampa Udara.

Menurut Alam dari VISI8, cerita absurd dan unik itu cocok dikembangkan ke format animasi pendek dan komik strip.

“Kami berkolaborasi dalam pengembangan Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) ‘Pasukan Hampa Udara’, yang awalnya berbentuk audio drama. Sekarang kami sedang merampungkan naskah utama untuk versi animasinya,” jelas Alam.

Baca juga: Dampak Positif dan Negatif Fenomena Remaja Curhat ke AI Ketimbang Orang Tua

Sambil menunggu versi animasi rampung, VISI8 dan tim kreator membuat konten mingguan berupa Reels—video pendek bergaya komik ringan—untuk menjaga keterlibatan audiens dan menguji respons pasar terhadap karakter dan cerita.

Menurut Diaz, pilihan medium animasi bukan hanya soal estetika, tapi juga efisiensi.

“Kalau live action kan terbatas biaya dan teknis, tapi kalau animasi imajinasinya nggak ada batas. Kita bisa main sejauh apapun idenya,” ujarnya.

Meski belum ada tanggal rilis resmi, proyek ini menjadi penanda ulang tahun keenam kanal audio mereka.

Bagi ketiganya, ini bukan sekadar perayaan, tapi juga bentuk tanggung jawab baru sebagai kreator yang tumbuh bersama pendengarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved