Indy Barends Aktif Bergerak di Usia Paruh Baya, Senang Olahraga Bareng Ibunya yang Lansia
Aktivitas sederhana tapi penuh makna dan menunjukkan semangat hidup sehat yang diharapkan kebiasaan ini menular dari generasi ke generasi
Ringkasan Berita:
- Dua dari lima penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis
- Aktif bergerak seperti kebiasaan jalan kaki dapat meningkatkan kepadatan tulang
- Indy Barends bersama ibunya ingin menularkan kebiasaan baik jalan kaki kepada lebih banyak orang
- Indy Barends Aktif Bergerak di Usia Paruh Baya, Senang Olahraga Bareng Ibunya yang Lansia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di usia 53 tahun Indy Barends masih aktif bergerak. Bahkan baru-baru ini ia terlibat OsteoWalk 10.000 Langkah di Jakarta.
Indy tak sendirian mengikuti kegiatan jalan 10 ribu langkah. Ia juga mengajak Betty Husen, ibunya, yang sudah lanjut usia.
"Karena saya yakin, menjaga kesehatan tulang itu bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membersamai orang-orang yang kita sayangi," ucapnya.
Menurut Indy, aktif bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Apalagi usianya seiring waktu menua.
Seperti diketahui, jalan kaki termasuk dalam jenis olahraga weight-bearing atau menahan beban tubuh. Ketika berjalan, kaki dan tulang menopang berat badan sendiri.
Tekanan dan regangan pada tulang selama aktivitas ini akan merangsang sel-sel tulang untuk memproduksi lebih banyak jaringan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang.
Baca juga: Viral Wajahnya Dimirip-miripkan Dengan RM BTS, Ini Reaksi Indy Barends
"Jadi, aktif itu bukan pilihan, tapi Kebutuhan. Tahun ini makin spesial karena bisa olahraga bareng mama ku, mama Betty," demikian tulis Indy di akun Instagramnya.
Aktivitas yang dilakukan sederhana, tapi penuh makna dan menunjukkan semangat hidup sehat yang diharapkan kebiasaan ini menular dari generasi ke generasi.
"Kebiasaan ini harus mulai dengan langkah kecil, kita bergerak setiap hari," kata Indy.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, menyampaikan dua dari lima penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis.
Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong pencegahan sejak dini.
Sejak 2002, Kementerian Kesehatan bersama PEROSI dan mitra strategis seperti Anlene terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah osteoporosis, mengingat penyakit ini merupakan silent disease dan dapat memengaruhi produktivitas masyarakat Indonesia.
Pemerintah juga terus mendorong pencegahan melalui aktivitas fisik teratur serta pemenuhan nutrisi seperti kalsium, vitamin D, dan protein.
"Gerakan OsteoWalk 10.000 yang merupakan kolaborasi bersama Perosi merupakan bagian dari upaya bersama membangun kesadaran masyarakat untuk pentingnya melakukan olahraga 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama 5 hari, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena akan mendorong masyarakat untuk aktif bergerak, sehat, dan tetap produktif hingga usia lanjut," katanya.
Sebagai info, OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K digelar di Gelora Bung Karno (GBK), belum lama ini sebagai puncak rangkaian kampanye nasional Anlene bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/indy-barends-sudah-memperingatkan-indra-bekti-dan-aldila-jelita-sebelum-bercerai.jpg)