Sabtu, 9 Mei 2026

Krim Abal-Abal Bisa Bikin Cepat Putih, Tapi Bahaya! Ini yang Terjadi Pada Kulit

Banyak yang memamerkan hasil yang seolah sempurna setelah memakai krim racikan atau krim tanpa izin edar alias abal-abal.

Tayang:
Freepik.com
KRIM PEMUTIH - Banyak yang memamerkan hasil yang seolah sempurna setelah memakai krim racikan atau krim tanpa izin edar alias abal-abal. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Sedang tren putih insantan dengan memakai krim pemutih abal-abal.
  • Di balik hasil yang cepat itu, terdapat proses merusak kulit yang berbahaya bagi tubuh.
  • Dokter menjelaskan mengapa krim abal-abal bisa memberikan efek putih seketika.

 

TRIBUNNEWS.COM – Fenomena “putih instan” kembali ramai di media sosial. Banyak yang memamerkan hasil yang seolah sempurna setelah memakai krim racikan atau krim tanpa izin edar. 

Padahal di balik hasil yang cepat itu, terdapat proses merusak kulit yang berbahaya bagi tubuh.

Baca juga: Hobi Beli Krim Pemutih Online? Awas! Tak Hanya Picu Jerawat Parah, Bisa Ancam Kesehatan Ginjal

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi (Kulit dan Kelamin) Dr. Idrianti Idrus SpDVE, menegaskan bahwa krim abal-abal memang didesain untuk memberikan efek putih seketika, namun dengan cara menggerus lapisan pelindung kulit.

“Kenapa kita concern sekali sama krim-krim yang tidak bertanggung jawab ini, karena pertama, mereka menawarkan hasil yang singkat, langsung putih,” ujarnya pada acara Media Interview Session & Doctor Appreciation yang diselenggarakan oleh ISISPHARMA bersama Regenesis Indonesia di Tangerang, Kamis (5/12/2025). 

Fenomena ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena mayoritas produk tersebut beredar secara online.

Tanpa pengawasan bahan, tanpa uji keamanan, dan mengandung zat kimia keras seperti merkuri atau hidrokuinon dosis tinggi.


Efek ‘Langsung Putih’: Ternyata Bukan Kulit Sehat

Ilustrasi krim pemutih
Ilustrasi krim pemutih (Pixabay)

Krim abal-abal memberikan tampilan putih hanya dalam beberapa hari. Namun menurut dr. Idrianti, efek tersebut terjadi melalui mekanisme berbahaya.

“Itu kenapa bisa langsung putih? Nah, itu karena terjadi over-exfoliasi, pigmentnya dikasih turun, sehingga tidak terjadi hyperpigmentasi,” jelasnya.

Proses ini bukan membuat kulit lebih sehat, melainkan:

Mengikis lapisan kulit terlalu cepat (over-exfoliation)

Menurunkan pigmentasi secara paksa

Memaksa kelenjar minyak bekerja berlebihan


Akibatnya kulit tampak cerah, tetapi sesungguhnya sangat rapuh dan sensitif.


Efek Singkt, Kulit Merah, Tipis, dan Jerawat Berulang

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved