Bacaan Doa
Doa Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup oleh Raja Namrud
Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh kaum Raja Namrud sebagai hukuman karena menghancurkan berhala. Allah Swt menyelamatkannya dari panasnya api.
Ringkasan Berita:
- Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud karena menghancurkan berhala yang mereka sembah.
- Sebelum berada di dalam kobaran api, Nabi Ibrahim memohon pertolongan Allah Swt.
- Doa Nabi Ibrahim ketika dibakar juga dibaca oleh kaum Nabi Muhammad Saw ketika menghadapi ancaman perang.
TRIBUNNEWS.COM - Nabi Ibrahim merupakan salah satu nabi yang diutus oleh Allah Swt.
Kisah hidup Nabi Ibrahim yang terkenal yaitu ketika ia dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud.
Dalam Al-Quran Kemenag disebutkan bahwa Allah Swt menyelamatkan Nabi Ibrahim dengan membuat api yang membakarnya menjadi dingin.
“Kami berfirman: ‘Wahai api! Jadilah engkau dingin dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim.’” (QS. Al-Anbiya’ (21): 69)
Sebelum Nabi Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api, beliau berdoa kepada Allah Swt dan menyerahkan semuanya kepada-Nya.
Dalam hadis disebutkan kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim sebelum berada dalam kobaran api, seperti dijelaskan BAZNAS dalam lamannya.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl (Cukuplah Allah itu sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung) diucapkan oleh Ibrahim ‘alaihis salam ketika beliau dilempar ke dalam api, dan juga diucapkan oleh Muhammad Saw ketika dikatakan kepada beliau: ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, maka takutlah kepada mereka.’.” (HR. Bukhari)
Doa Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup
حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ
Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl
Artinya: "Cukuplah Allah itu sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."
Baca juga: Doa Nabi Ibrahim untuk Anak Saleh dan Istri yang Menyenangkan Hati
Kisah Nabi Ibrahim yang Dibakar Hidup-hidup
Prof. Dr. Nur Syam. MSi, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya menulis dalam kolomnya tentang kisah Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim semula diturunkan Allah di Babilonia, sekarang dikenal sebagai Irak, dan kemudian hijrah di wilayah Arab Saudi.
Ketika istri pertamanya, Siti Sarah, belum dikaruniai anak, Nabi Ibrahim menikahi Siti Hajar yang kemudian melahirkan Nabi Ismail.
Sebelum hijrah, Nabi Ibrahim diutus oleh Allah Swt untuk berdakwah di Babilonia (sekarang Irak) dan melawan Raja Namrud yang menganggap dirinya tuhan.
Kaum Raja Namrud membuat berhala dan kemudian disembah.
Lahir di kalangan masyarakat yang menyembah berhala, Nabi Ibrahim mempertanyakan keberadaan tuhan dan melakukan pencarian yang mendalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-NABI-IBRAHIM-er6tt3465346.jpg)