Bacaan Doa
Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu Singkat, Mudah Dihafal
Setiap muslim dianjurkan berdzikir dan berdoa setelah sholat fardhu. Artikel ini memuat kalimat dzikir dan doa-doa setelah sholat fardhu.
Artinya: "Segala puji bagi Allah" (33×)
(33×) اللّٰهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar (33×)
Artinya: "Allah Maha Besar" (33×)
Kemudian, dilanjutkan dengan membaca:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Doa Setelah Sholat Fardhu
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim)
Doa Mohon Keselamatan Dunia Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘ażāban-nār.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa Mohon Petunjuk
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaitanā, wa hab lanā min ladunka raḥmah, innaka antal-wahhāb.
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia.”
Doa untuk Kedua Orangtua dan Umat Islam
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Rabbanā-ghfir lanā wa liwālidaynā wa lijamī‘il-muslimīna wal-muslimāt, wal-mu’minīna wal-mu’mināt, al-aḥyā’i minhum wal-amwāt, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami, kedua orang tua kami, serta seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Waktu Sholat Fardhu
Kementerian Agama menjelaskan lima waktu sholat fardhu sebagai berikut.
- Sholat subuh: Waktunya dari terbit fajar shidiq hingga terbit matahari.
- Sholat duhur: Awal waktunya setelah matahari condong dari pertengahan langit, dan akhir waktunya ketika bayangan sesuatu telah sama panjangnya dengan sesuatu itu.
- Sholat asar: Waktunya mulai dari setelah berakhirnya waktu duhur hingga terbenamnya matahari.
- Sholat maghrib: Waktunya dari terbenamnya matahari hingga syafaq (awan senja) merah.
- Sholat isya: Waktunya dari mulai terbenam syafaq (awan senja) hingga terbit fajar.
Waktu yang Dilarang untuk Shalat
- Setelah sholat subuh hingga terbitnya matahari.
- Ketika terbitnya matahari hingga sempurna dan naik sekurang-kurangnya setinggi tombak (kurang lebih 10 derajat dari permukaan Bumi).
- Ketika matahari di atas kepala hingga condong sedikit ke arah barat.
- Setelah sholat asar hingga terbenamnya matahari.
- Ketika mulai terbenamnya matahari hingga sempurna.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DZIKIR-DOA-SETELAH-SHOLAT-34525353.jpg)