Bacaan Doa
Doa Niat Puasa Qadha Ramadhan, Muslim Wajib Ganti Utang Puasa
Doa niat puasa qadha Ramadhan dan hikmah menyegerakan untuk mengganti puasa Ramadhan bagi muslim yang memiliki utang puasa.
Ringkasan Berita:
- Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya, diwajibkan untuk membayarnya dengan berpuasa sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.
- Mengganti utang puasa Ramadhan hukumnya wajib.
- Hikmah bagi muslim yang menyegerakan untuk membayar utang puasa Ramadhan di antaranya meningkatkan ketaatan, tanggung jawab, menghindari dosa, dll.
TRIBUNNEWS.COM - Doa niat puasa qadha dapat diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa pada esok harinya.
Niat ini dapat diucapkan secara lisan maupun diniatkan di dalam hati.
Dari Hafshah r.a., berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai)
Muslim yang masih memiliki utang puasa dari Ramadhan sebelumnya, wajib mengganti dengan berpuasa sebelum Ramadhan berikutnya.
Seorang muslim akan berdosa jika menunda (tanpa uzur) untuk mengganti puasa Ramadhan.
Sebagian ulama berpendapat bahwa muslim tersebut harus mengganti puasa dan membayar fidyah jika terlambat mengganti utang puasa Ramadhan.
Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), berikut doa niat mengganti puasa Ramadhan.
Doa Niat Puasa Qadha Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’in fardho syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Baca juga: Doa Berbuka Puasa Senin Kamis Sesuai Sunnah Rasulullah Saw
Dalil Tentang Anjuran Menyegerakan Mengganti Utang Puasa Ramadhan
Di dalam Al-Quran dan hadis, terdapat dalil yang berisi anjuran untuk menyegerakan mengganti utang puasa Ramadhan.
Kementerian Agama menukil ayat Al-Quran dan hadis yang menyebutkan dalil tersebut, sebagai berikut.
1. Surah Al-Baqarah ayat 184
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Ayat ini menjadi dalil utama kewajiban qadha puasa Ramadhan bagi orang yang memiliki uzur syar‘i.
Para ulama menegaskan bahwa frasa “pada hari-hari yang lain” menunjukkan kewajiban mengganti puasa tanpa menunda hingga melampaui Ramadhan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan.
2. Surah Al-Baqarah ayat 148
“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-QADHA-PUASA-345525234.jpg)