Rabu, 29 April 2026

Soroti Misinformasi Tembakau Alternatif, Garindra Nilai Perlu Penguatan Edukasi Publik

Pentingnya informasi yang akurat dan berimbang mengenai produk tembakau alternatif (PTA) kembali disorot. 

Tayang:
Tribunnews.com
EDUKASI PUBLIK - Diskusi publik bertajuk 'Ngobrol Santai Bareng GEBRAK: Kenal Lebih Dekat Produk Tembakau Alternatif & Cara Pakainya Secara Bertanggung Jawab' di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (14/3/2026)/ HO 
Ringkasan Berita:
  • Isu mengenai pentingnya informasi akurat dan berimbang tentang tembakau alternatif (PTA) kembali disorot. 
  • Banyak perokok dewasa sebenarnya ingin mencari alternatif dari rokok, namun masih bingung karena minimnya informasi komprehensif yang bisa dijadikan rujukan.
  • Ketua Gerakan Bebas TAR & Asap Rokok, Garindra Kartasasmita, menekankan bahwa edukasi publik sangat krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam misinformasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pentingnya informasi yang akurat dan berimbang mengenai produk tembakau alternatif (PTA) kembali disorot. 

Banyak perokok dewasa sebenarnya ingin mencari alternatif dari rokok, namun masih kebingungan karena minimnya informasi komprehensif yang bisa dijadikan rujukan.

Ketua Gerakan Bebas TAR & Asap Rokok (GEBRAK), Garindra Kartasasmita, menekankan bahwa edukasi publik sangat krusial agar masyarakat, khususnya konsumen, tidak terjebak dalam misinformasi. 

“Tantangan terbesarnya justru saat ini adalah hoaks dan misinformasi. Kalau tahun 2018–2019 edukasi jauh lebih mudah karena orang fokus pada perubahan positif yang dirasakan di badannya. Sekarang banyak informasi miring di media sosial yang membingungkan masyarakat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Menurut Garindra, informasi yang seimbang akan membantu perokok dewasa memahami profil risiko PTA dibandingkan rokok konvensional. 

Produk seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin memiliki cara kerja berbeda karena menggunakan sistem pemanasan, bukan pembakaran, sehingga menghasilkan profil risiko yang berbeda.

Produk tembakau alternatif menyalurkan nikotin dengan cara yang lebih rendah risiko dibandingkan rokok. Garindra mengibaratkan perbedaan ini seperti mobil bensin dan mobil listrik: keduanya sama-sama kendaraan, tetapi mobil listrik memiliki dampak polusi lebih rendah.

Di tengah maraknya misinformasi, GEBRAK menggelar diskusi publik bertajuk “Ngobrol Santai Bareng GEBRAK: Kenal Lebih Dekat Produk Tembakau Alternatif & Cara Pakainya Secara Bertanggung Jawab” di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (14/3/2026). 

Acara ini menghadirkan berbagai komunitas sebagai ruang edukasi untuk berbagi informasi mengenai penggunaan PTA secara bertanggung jawab.

Dalam acara itu, Garindra mengungkapkan, sejumlah penelitian juga mulai membandingkan profil risiko antara rokok dan PTA. Salah satunya adalah riset BRIN bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants”. 

Hasilnya menunjukkan kadar senyawa berbahaya pada emisi rokok elektronik jauh lebih rendah dibandingkan asap rokok, bahkan 3–4 zat toksikan utama tidak ditemukan sama sekali.

Dengan profil risiko yang lebih rendah, PTA telah digunakan di negara maju seperti Inggris, Jepang, dan Kanada sebagai strategi menekan prevalensi merokok. 

“Di Inggris bahkan ada program subsidi produk alternatif bagi perokok yang membutuhkan. Kami berharap Indonesia juga dapat memiliki kerangka regulasi pengurangan risiko yang lebih suportif,” tutup Garindra.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved