Bacaan Doa
Doa Puasa Syawal, Amalan Sunnah Muakkad yang Dicontohkan Rasulullah
Puasa Syawal dapat dilakukan setelah tanggal 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri. Puasa Syawal ini hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan.
Ringkasan Berita:
- Puasa Syawal adalah puasa sunnah enam hari setelah Idul Fitri yang dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan dan dapat dilakukan berturut-turut atau terpisah.
- Niat puasa ini sebaiknya dibedakan dari puasa qadha Ramadan, dan dianjurkan mendahulukan qadha agar mendapat keutamaan penuh seperti berpuasa setahun.
- Dalam pelaksanaannya, penting menjaga niat, adab, keikhlasan, serta konsistensi selama enam hari di bulan Syawal.
TRIBUNNEWS.COM - Puasa syawal merupakan puasa sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Jumlah puasa syawal yang dianjurkan yaitu enam hari, yang dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah.
Puasa syawal ini dapat dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri atau setelah 1 Syawal tahun Hijriah.
Kementerian Agama menjelaskan bahwa puasa Syawal dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan bentuk ketaatan pada sunah Rasul.
Adapun niat puasa Syawal ini dapat digabungkan dengan niat puasa Senin dan Kamis.
Muslim yang berniat melakukan puasa Syawal dapat membaca doa niat yang dibagikan Kemenag, sebagai berikut.
Doa Puasa Syawal
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min Syawwaal sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat puasa besok dari enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Doa Halal Bihalal Singkat, Dibaca saat Silaturahmi Idul Fitri
Hukum dan Pendapat Ulama tentang Niat Puasa Syawal
1. Hukumnya sunnah muakkadah
Puasa enam hari di bulan Syawal termasuk sunnah yang sangat dianjurkan oleh para ulama dari berbagai mazhab.
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Sahih Muslim)
2. Niat harus dibedakan dari puasa qadha
Mayoritas ulama berpendapat bahwa niat puasa Syawal tidak boleh digabung dengan niat qadha Ramadan.
Tujuannya agar setiap ibadah memiliki kejelasan dan mendapatkan pahala yang sempurna.
3. Mengutamakan qadha sebelum puasa Syawal
Disarankan untuk menyelesaikan utang puasa Ramadan terlebih dahulu, karena itu adalah kewajiban.
“…maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain…” (QS. Al-Baqarah: 185)
4. Ada pendapat yang membolehkan menggabungkan niat
Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat qadha dan Syawal sebagai bentuk kemudahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUASA-SYAWAL-345ertw.jpg)