Jumat, 24 April 2026

Jangan Terkecoh Klaim Kemasan, Ini Hal Penting dalam Memilih Susu Formula Anak

Orang tua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh.

Tribunnews.com
BACA KOMPOSISI - Orang tua perlu lebih teliti membaca komposisi susu formula demi menjaga kesehatan gigi dan tumbuh kembang anak. 

Ringkasan Berita:
  • 93 persen anak Indonesia mengalami karies gigi, dipicu salah satunya oleh pola konsumsi tinggi gula sejak dini.
  • Orang tua perlu fokus pada komposisi, bukan sekadar klaim kemasan, termasuk mewaspadai bahan tambahan seperti maltodekstrin dan sirup jagung.
  • Proses produksi dan kualitas bahan baku memengaruhi nilai gizi, sementara ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi.
 

 

TRIBUNNEWS.COM - Tingginya angka masalah kesehatan gigi pada anak di Indonesia menjadi peringatan serius bagi orang tua untuk lebih cermat dalam memilih asupan harian, termasuk susu formula.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 93 persen anak Indonesia mengalami karies gigi, kondisi yang tidak lepas dari pola konsumsi yang kurang sehat sejak dini.

Dalam konteks ini, orang tua diimbau tidak hanya terpaku pada klaim manfaat yang tertera di bagian depan kemasan susu formula, seperti “mendukung tumbuh kembang” atau “tinggi kalsium”.

Baca juga: Karies Gigi Jadi Ancaman Prestasi Anak Sekolah: 1.000 Siswa Ikut Edukasi Massal di Bandung Barat

Penilaian produk seharusnya berfokus pada komposisi bahan, kandungan tambahan, serta proses produksi yang dilalui sebelum produk dikonsumsi anak.

Dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menegaskan pentingnya perubahan cara pandang tersebut.

“Orang tua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh, karena dari situlah kita bisa menilai kualitas nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah bahan utama dalam susu formula.

Dalam daftar komposisi, bahan yang tercantum di urutan awal menunjukkan kandungan terbesar. 

Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, hal ini mengindikasikan penggunaan bahan baku yang relatif lebih minim proses, sehingga potensi kandungan nutrisinya lebih terjaga.

Namun demikian, perhatian tidak boleh berhenti pada bahan utama saja.

Orang tua juga perlu mencermati bahan tambahan seperti maltodekstrin, sirup jagung, sukrosa, dan vanilin. 

Maltodekstrin merupakan karbohidrat olahan yang cepat diubah menjadi gula dalam tubuh. Sementara itu, sirup jagung dan sukrosa termasuk sumber gula tambahan yang berpotensi meningkatkan asupan gula harian anak.

Adapun vanilin digunakan sebagai perisa untuk memperkuat cita rasa susu. Dalam praktik industri, bahan-bahan ini kerap dimanfaatkan untuk menutupi aroma yang muncul akibat proses produksi yang panjang sekaligus meningkatkan penerimaan rasa pada anak.

Meski bukan nutrisi utama, paparan rasa manis sejak dini dapat membentuk preferensi konsumsi yang kurang sehat di kemudian hari.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved